VAKSIN COVID KINI DIJUAL DAN BISA DIBELI DI KIMIA FARMA

Kini masyarakat dapat melakukan vaksinasi mandiri dikarenakan vaksin Covid-19 sudah bisa dibeli dan dilakukan di Kimia Farma.

Kini masyarakat dapat melakukan vaksinasi mandiri dikarenakan vaksin Covid-19 sudah bisa dibeli dan dilakukan di Kimia Farma. Vaksinasi Gotong Royong mandiri ini berbeda dengan vaksinasi yang selama ini ada, karena kali ini masyarakat harus membayar sendiri biayanya baik vaksin atau jasanya.

Vaksinasi Gotong Royong (VGR) individu ini secara resmi dapat dilakukan di delapan gerai Kimia Farma di beberapa kota. Seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, dan Bali.

Keputusan ini merujuk dari hasil riset beberapa lembaga dimana banyak permintaan dari kelompok masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi secara individu agar segera mendapat perlindungan kesehatan pribadi.

Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury menyatakan bahwa langkah ini dapat mempercepat pembentukan kekebalan komunal (herd immunity). Sehingga pemulihan perekonomian nasional dapat berjalan lebih cepat.

“Kimia Farma sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk mempercepat vaksinasi nasional baik melalui Vaksinasi Gotong Royong Perusahaan maupun Individu,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan VGR Individu di Klinik Kimia Farma Senen, Sabtu (10/7/2021).

Program vaksinasi ini pun sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 19 Tahun 2021 tentang perubahan atas Permenkes No. 10/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk melakukan vaksinasi mandiri ini sekitar Rp 879.140. Dengan rincian tarif pembelian vaksin ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis dan tarif layanan sebesar Rp 117.910 per dosis.

Dengan dua dosis yang dibutuhkan, harga vaksin sebesar Rp 643.32 Sementara tarif vaksinasi untuk dua kali Rp 253.820 untuk dua kali vaksinasi.

Tarif vaksin individu ini diatur Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharma.

Sebelumnya, Kemenkes mengubah aturan mengenai pelaksanaan vaksinasi di tanah air. Pelaksanaan vaksinasi gotong royong kini boleh dilakukan secara individu, yang artinya bisa dibeli sendiri di klinik khusus yang menyediakan vaksin perorangan.

Perubahan tertuang dalam Permenkes Nomor 19 tahun 2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi covid-19, seperti yang dikutip CNBC Indonesia. Atas dasar tersebut, pada pasal 6 juga kemudian ditambahkan mengenai kewenangan PT Biofarma (Persero) dalam pengadaan vaksin.

Sementara itu, untuk biaya pasti program ini akan ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kesehatan. Dengan catatan pelayanan vaksinasi tidak diperbolehkan mengenakan tarif lebih tinggi dari yang ditetapkan.

Pada pasal 43 tertulis pendanaan pelaksanaan vaksinasi gotong royong yang dilaksanakan oleh badan hukum/ badam usaha dan yang dilaksanakan oleh individu/orang perorangan akan dibebankan pada yang bersangkutan

Pasal 3 ayat 4b mencantumkan, selain untuk karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga sebagaimana dimaksud pada ayat 4a huru a, Badan Hukum/ badan usaha juga dapat melaksanakan vaksinasi gotong royong untuk individu/orang perorangan.

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. Verdi Budidarmo menjelaskan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukan vaksinasi individu, karena pertambahan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia.

Di tahap awal program ini baru menyentuh enam kota dengan delapan klinik. Namun secara perlahan KF akan memperluas jangkauan itu, termasuk ke pusat-pusat perbelanjaan di kota-kota besar.

“Setelah menjalankan Vaksinasi Gotong Royong perusahaan, Kimia Farma memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang hendak melakukan vaksinasi sendiri. Kami siap memberikan layanan vaksinasi Individu melalui klinik-klinik kami di seluruh wilayah Indonesia. Dalam tahap pertama, kami baru memberikan pelayanan ini di delapan klinik di Jawa dan Bali,” kata Verdi.

Berikut delapan klinik VGR Individu tahap perdana yang akan dibuka Kimia Farma:

  1. Jakarta KF Senen, kapasitas 200 orang per hari
  2. Jakarta KF Pulogadung, kapasitas 200 orang per hari
  3. Jakarta KF Blok M, kapasitas 100-200 orang per hari
  4. Bandung KF Supratman (Drive Thru), kapasitas 200 orang per hari
  5. Semarang KF Citarum, kapasitas 100 orang per hari
  6. Solo KF Sukoharjo, kapasitas 500 orang per hari
  7. Surabaya KF Sedati, kapasitas 200 orang per hari
  8. Bali KFBatubulan, kapasitas 100 orang per hari

sumber : cnbc indonesia

Total
0
Shares
Previous Article

TIMNAS ARGENTINA AKHIRNYA JUARA COPA AMERICA 2021

Next Article

MANTAN MENTERI KKP ESHY PRABOWO MINTA DIBEBASKAN KARENA PUNYA ISTRI DAN 3 ANAK

Related Posts