UPAYA PERLINDUNGAN HABITAT LUMBA-LUMBA DI KEPULAUAN FAROE

Kepulauan Faroe akhir-akhir ini sedang menjadi sorotan dunia. Penyebabnya adalah tradisi perburuan lumba-lumba bersisi putih Atlantik oleh masyarakat setempat yang mengakibatkan ribuan mamalia laut itu menjadi korban.

Kepulauan Faroe akhir-akhir ini sedang menjadi sorotan dunia. Penyebabnya adalah tradisi perburuan lumba-lumba bersisi putih Atlantik oleh masyarakat setempat yang mengakibatkan ribuan mamalia laut itu menjadi korban.

Melansir dari kompas.com (19/9/2021), kelompok aktivis pelindung satwa mengunggah video yang memperlihatkan 1.428 lumba-lumba terdampar di Pulau Eysturoy pada 12 September 2021. Jumlah ini diklaim sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun belakangan ini.

“Itu benar-benar sebuah bencana, bisa dibilang sangat tak terduga. Itu bisa jadi merupakan perburuan lumba-lumba dalam satu waktu yang terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah,” kata Robert Read, Direktur Kampanye Sea Shepherd Conservation Society, seperti dikutip kompas.com (19/9/2021).

Mirisnya, tradisi perburuan lumba-luma sudah mengakar sejak zaman Viking di tengah masyarakat Kepulauan Faroe. Tradisi yang dalam bahasa lokal dikenal sebagai Grindadráp ini dilakukan dengan menggiring spesises lumba-lumba besar ke teluk atau fyord pulau untuk dibunuh dengan tombak khusus.

Biasanya, lumba-lumba yang diburu akan disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat sebagai bantuan pangan. Namun, kini berbagai pihak mengkhawatirkan tradisi berburu ini menghasilkan terlalu banyak daging untuk para penduduk pulau.

Pemerintah Kepulauan Faroe pun akhirnya akan mengambil tindakan mengenai permasalahan perburuan massal tersebut. Melansir dari thehill.com (19/9/2021), Perdana Menteri Kepulauan Faroe, Bárður á Steig Nielsen, mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi kembali regulasi penangkapan lumba-lumba sebagai upaya untuk melindungi populasi mamalia ini.

“Kami menyikapi masalah ini dengan sangat serius. Meskipun perburuan ini dianggap berkelanjutan, kami akan melihat lebih dekat perburuan lumba-lumba, dan peran apa yang perlu mereka mainkan di tengah masyarakat Faroe. Pemerintah telah memutuskan untuk memulai evaluasi regulasi penangkapan lumba-lumba bersisi putih Atlantik,” ujarnya.  

Diharapkan upaya dari pemerintah Faroe dapat meningkatkan kesejahteraan lumba-lumba di Kepulauan Faroe. Jangan sampai lumba-lumba bersisi putih di Kepulauan Faroe terancam punah.

Total
0
Shares
Previous Article

SURVEI: JUMLAH PENGUSAHA PEREMPUAN DI MASA PANDEMI 1,5 KALI LEBIH BANYAK DARIPADA PRIA

Next Article

RAYAKAN ULTAH KE-23, BEGINI SEJARAH LAHIRNYA GOOGLE

Related Posts