SURVEI: JOMBLO DI INDONESIA DAPAT TEKANAN UNTUK MENIKAH LEBIH BESAR DARI MASYARAKAT DARIPADA KELUARGA

“Udah umur … masih sendirian aja? Keasyikan kerja ya?” “Kapan nikah?” Pernahkah kamu menerima pertanyaan-pertanyaan seperti di atas, entah dari keluarga, teman-teman, atau orang lainnya? Atau kamu pernah mendapat tekanan dalam bentuk lain dari orang-orang di sekelilingmu atas status singlemu?

“Udah umur … masih sendirian aja? Keasyikan kerja ya?”

“Kapan nikah?”

Pernahkah kamu menerima pertanyaan-pertanyaan seperti di atas, entah dari keluarga, teman-teman, atau orang lainnya? Atau kamu pernah mendapat tekanan dalam bentuk lain dari orang-orang di sekelilingmu atas status singlemu?

Agen kencan di Asia, Lunch Actually, mengungkapkan kalau orang single di Indonesia mengaku mendapatkan tekanan dari keluarga dan masyarakat untuk segera menikah. Bahkan, tekanan dari masyarakat dirasakan lebih besar daripada dari keluarga.

Lunch Actually melakukan survei terhadap lebih dari 640 jomblo di Indonesia. Survei yang termuat dalam Annual Dating Survey 2021 mengungkapkan bahwa 31 persen responden mengaku mendapat tekanan dari masyarakat untuk segera menikah. Sementara itu, 29 persen responden memeroleh tekanan serupa dari keluarga.

Tekanan tersebut tentu membuat para orang single merasa terbebani. Terlebih lagi pada masa pandemi, di mana kesempatan untuk bertemu orang banyak semakin terbatas.

“Kami mengerti apa yang para single alami, apalagi adanya pembatasan selama satu tahun ini. Namun kami mendorong para single bahwa mereka harus melalui tantangan ini karena bertemu orang baru saat berkencan adalah langkah pertama untuk menemukan pasangan hidup,” kata CEO dan Co-Founder Love Actually, Violet Lim, seperti dikutip dari @indozone.id (8/12/2021).

Dirinya pun memberikan beberapa tips untuk para jomblo agar bisa mendapatkan pasangan pada masa pandemi. Tipsnya antara lain mengikuti kegiatan sosial baik online maupun offline, berkencan secara virtual, dan menggunakan aplikasi kencan.

Namun, Violet mengingatkan agar para single berhati-hati saat menggunakan aplikasi kencan. Sebab, riset menemukan 62 persen orang single mengaku menggunakan aplikasi hanya untuk bersenang-senang dan tidak bermaksud mencari hubungan serius. Sementara itu, 42 persen mengaku pernah bertemu penipu di aplikasi kencan.

Karena itu, Violet menyarankan para jomblo untuk menggunakan aplikasi yang menerapkan screening untuk setiap membernya. Aplikasi seperti ini keamanannya lebih terjamin.

Yuk, terus semangat mencari jodohmu! Dia sedang menunggumu di luar sana.

Total
0
Shares
Previous Article

BENDERA MERAH PUTIH DILARANG BERKIBAR DI PIALA AFF 2020, GAMBAR GARUDA JADI GANTINYA

Next Article

PEMILIK PESANTREN PERKOSA 12 SANTRIWATI DI BAWAH UMUR

Related Posts