Sudah Beranjak Dewasa tapi Masih Hobi Beli Mainan Anak-anak? Bisa Jadi Lo Mengalami ‘Kidults’

Beranjak dewasa, tanggung jawab dan kebutuhan kita semakin besar. Harus membayar token listrik, kebutuhan pangan, serta biaya-biaya lainnya. Bahkan, untuk keinginan kita yang lainnya juga harus ditanggung sendiri. Dengan harapan kita nggak akan merepotkan orangtua.

Namun, alih-alih membeli sesuatu yang penting hampir sebagian orang dewasa memilih untuk mengalokasikan uang mereka dengan membeli mainan anak-anak. Fenomena ini disebut ‘kidults’ yang merupakan singkatan dari “Kid” dan “Adults”.

Istilah ini merujuk kepada orang-orang yang sudah beranjak dewasa namun masih hobi berburu mainan anak-anak, seperti Lego, action figure, hingga konsol game seperti Nintendo Switch, dan Playstation.

Fenomena ini diyakini sebagai bentuk balas dendam lantaran sewaktu kecil mereka nggak bisa memiliki mainan tersebut akibat faktor ekonomi. Makanya, ketika beranjak dewasa dan perekonomian sudah mapan, mereka mulai membeli barang-barang tersebut sebagai pembalasan atas masa lalu mereka.

Usut punya usut, fenomena ini sudah ada sejak akhir 90-an dan awal 2000-an di Jepang. Di mana, pada masa itu Jepang mengalami resesi ekonomi dan keterlambatan angkatan kerja sampai 10 tahun. Selama itu pula, angka pertumbuhan penduduk pun menurun jauh termasuk jumlah anak-anak. Otomatis, penjualan mainan anak-anak ikut menurun drastis.

Akhirnya, Jepang perlahan mulai menggeser market mereka dengan menargetkan orang dewasa sebagai pangsa pasar mereka.

Kini, sudah banyak produsen-produsen mainan yang mencocokkan produk mereka dengan selera orang dewasa. Ditambah, orang-orang dewasa mulai merasa nggak malu untuk membeli mainan tersebut. Apalagi hal itu untuk diri mereka sendiri.

Lo termasuk orang dewasa yang suka beli mainan nggak?

Source Photo from Inside Hook

Total
0
Shares
Previous Article

BRIN Peringatkan Hujan Ekstrem dan Badai di Jabodetabek Besok

Next Article

Wasit Final Piala Dunia 2022 Akui Buat Kesalahan yang Merugikan Prancis

Related Posts