SITI NURBAYA SEBUT PEMBANGUNAN DI ERA JOKOWI TAK BOLEH BERHENTI ATAS NAMA DEFORESTASI. MENGAPA?

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan bahwa pembangunan besar-besaran di era Presiden Joko Widodo tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau deforestasi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan bahwa pembangunan besar-besaran di era Presiden Joko Widodo tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau deforestasi. Pernyataan yang ia sampaikan di acara diskusi Persatuan Pelajar Indonesia Universitas Glasgow pada Selasa (2/11/2021) ini menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat. Bahkan, Greenpeace mengatakan Siti pro perusak lingkungan.

Namun, sebenarnya apa alasan Siti mengeluarkan pernyataan seperti itu?

Menurutnya, Indonesia belum bisa menerapkan nol deforestasi karena kondisinya berbeda dengan negara-negara lain yang lebih maju. Pembangunan beberapa negara maju sudah selesai sejak 1970-an, sehingga kini bisa menikmati hasil pembangunan dan membuat target net zero emission.

Namun, Indonesia yang belum mencapai puncak pembangunan nasional tak bisa melakukan hal yang sama. Siti mengatakan, Indonesia tidak bisa dipaksa untuk menerapkan nol deforestasi pada 2030.

Sebab, deforestasi bisa mengakibatkan pembangunan tidak berkeadlian. Misalnya, terisolasinya masyarakat yang tinggal di dekat hutan karena tidak boleh ada pembangunan jalan yang melewati kawasan hutan.

Siti menjelaskan, Indonesia sendiri berkomitmen menjalani agenda FoLU NET Carbon Sink 2030. Agenda ini menargetkan pengurangan deforestasi semaksimal mungkin dan terus melakukan reforestasi serta pemulihan lingkungan. Dengan begitu, akan terjadi netralitas dan penyerapan karbon sektor kehutanan pada 2030.

“Bahkan pada tahun tersebut dan seterusnya bisa menjadi negatif, atau terjadi penyerapan/penyimpanan karbon sektor kehutanan. Oleh karena itu, pembangunan yang sedang berlangsung secara besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi,” ucap Siti, seperti dikutip dari merdeka.com (4/11/2021).

Ia menambahkan, saat ini Inggris dan Indonesia juga sedang memimpin FACT secara bersama untuk mencapai produksi pertanian dan komoditi yang berkelanjutan. Siti mendorong pengelolaan kekayaan alam Indonesia dilakukan sesuai kaidah-kaidah berkelanjutan dan berkeadilan.

Total
0
Shares
Previous Article

SAM KIM AJAK RAISA UNTUK BERKOLABORASI DALAM LAGU “SOMEDAY”

Next Article

WOW, INDONESIA RAIH 20 MEDALI DI KEJUARAAN DUNIA KEMPO 2021!

Related Posts