SINGAPURA JADI NEGARA ASIA TENGGARA PERTAMA YANG BERI SANKSI UNTUK RUSIA. APA SAJA SANKSINYA?

Singapura resmi menjatuhkan sanksi ke Rusia atas invasinya ke Ukraina. Negeri Singa itu menjadi negara Asia Tenggara pertama yang memberikan sanksi kepada Rusia.

Singapura resmi menjatuhkan sanksi ke Rusia atas invasinya ke Ukraina. Negeri Singa itu menjadi negara Asia Tenggara pertama yang memberikan sanksi kepada Rusia.

“Kami akan memberlakukan kontrol ekspor ke produk yang secara langsung bisa digunakan sebagai senjata untuk melukai atau menaklukkan Ukraina, serta barang-barang yang dapat berkontribusi pada operasi siber ofensif,” tulis Kementerian Luar Negeri Singapura dalam rilisnya, seperti dikutip dari cnnindonesia.com (5/3/2022).

Secara lebih rinci, paling tidak ada lima sanksi yang setidaknya diberikan Singapura kepada Rusia. Apa sajakah sanksinya?

  1. Bea Cukai Singapura akan menolak semua permohonan izin ke Rusia yang melibatkan semua barang yang terdaftar sebagai barang militer, elektronik, komputer, serta produk telekomunikasi dan “keamanan informasi”.
  2. Melarang semua lembaga keuangan di Singapura untuk melakukan transaksi atau menjalin hubungan bisnis dengan lembaga keuangan besar Rusia.
  3. Singapura melarang transaksi atau penggalangan dana untuk pemerintah dan bank sentral Rusia atau entitas apapun milik Rusia.
  4. Melarang penyediaan jasa keuangan untuk sektor transportasi, telekomunikasi, dan energi di wilayah separatis Donetsk dan Luhansk.
  5. Penyedia layanan token pembayaran digital dilarang memfasilitasi segala transaksi yang dapat membantu menghindari langkah-langkah keuangan itu.

Rusia sendiri mengaku tak gentar menghadapi sanksi-sanksi yang mereka terima dari berbagai negara. Bahkan, Vladimir Putin selaku Presiden Rusia mengklaim akan mendapat keuntungan dari sanksi ekonomi itu.

Total
0
Shares
Previous Article

PARIS PERNANDES, DARI 'SALAM DARI BINJAI' HINGGA TAKLUKKAN JAWARA PON DI RING TINJU

Next Article

CATAT! TURIS BISA BERKUNJUNG KE BALI TANPA KARANTINA MULAI HARI INI

Related Posts
Read More

PEMILIK PESANTREN PERKOSA 12 SANTRIWATI DI BAWAH UMUR

Seorang guru sekaligus pemilik pesantren di Cibiru, Bandung, bernama Herry Wirawan, terancam hukuman 20 tahun penjara karena telah memerkosa 12 santriwatinya. Dia didakwa Pasal 81 ayat (1), ayat (3) juncto Pasal 76D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 65 KUHP. Pasal ini mengatur tentang kekerasan seksual pada anak.