Siapa yang Kalau Sedang Stres Langsung Potong atau Mewarnai Rambut?

Ketika sedang dilanda stres, memotong atau mewarnai rambut kerap kali jadi solusi. Kebiasaan ini gak hanya dilakukan oleh masyarakat kita, tetapi juga masyarakat di berbagai belahan dunia. Pasalnya, perubahan gaya rambut bisa jadi kode untuk orang-orang sekitar kalau keadaan telah membuat kita berubah.

Beberapa film atau drama juga hobi menampilkan adegan potong rambut sebagai simbol bahwa sang karakter utama akan melakukan sesuatu yang “merubah hidupnya”. Pertanyaannya, kenapa kita hobi banget bertindak demikian? Apakah memotong rambut bisa benar-benar membuat permasalahan kita selesai?

Ternyata, menurut seorang pekerja sosial klinis asal Hong Kong bernama Katie Leung Puiyan, sebuah citra yang baru dapat merepresentasikan cara baru untuk melihat diri kita sendiri. Ditambah, bagaimana kita melihat diri kita dari luar seringkali dapat merefleksikan bagaimana perasaan kita di dalam. Makanya, nggak heran kalau banyak orang yang menjadikan potong rambut sebagai simbol untuk memulai lembaran baru atau sebagai bentuk identitas baru.

Memotong dan mewarnai rambut juga bisa menjadi salah satu cara untuk meringankan beban, melepaskan diri dari emosi yang intens, atau jika di Indonesia tindakan itu dianggap untuk “membuang sial”.

Terlepas dari kebenarannya, memotong rambut bisa mengatasi rambut bercabang dan mudah patah. Hal ini bisa mendorong pertumbuhan rambut yang sehat, sehingga tentunya dapat memengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang.

Namun, perlu diperhatikan jika lo memang ingin memotong rambut, apakah tindakan ini dilakukan untuk menyenangkan diri lo sendiri atau orang lain? Jangan sampai ada penyesalan, ya!

Source Photo from Movie/Mulan

Total
0
Shares
Previous Article

Pasta Nggak Matang Sesuai Instruksi, Wanita Ini Minta Ganti Rugi Rp 78 Miliar!

Next Article

Dishub DKI Siapkan Artificial Intelligence untuk Urai Kemacetan

Related Posts