SEORANG ISTRI DI KARAWANG DITUNTUT 1 TAHUN PENJARA AKIBAT MARAHI SUAMI MABUK

Seorang perempuan berinisial V asal Karawang, Jawa Barat, dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ibu dua anak ini mendapat tuntutan usai memarahi suaminya yang diduga gemar mabuk-mabukkan.

Seorang perempuan berinisial V asal Karawang, Jawa Barat, dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ibu dua anak ini mendapat tuntutan usai memarahi suaminya yang diduga gemar mabuk-mabukkan.

V mengaku keberatan dengan keputusan JPU tersebut. Ia merasa saksi-saksi yang pihaknya ajukan diabaikan dan tidak dipertimbangkan keterangannya.

“Saya keberatan yang mulia, apa yang dibacakan tidak sesuai fakta, masa hanya karena saya mengomeli suami yang suka mabuk-mabukan saya jadi tersangka dan dituntut satu tahun penjara,” ucap V, seperti dikutip dari kompas.com (14/11/2021).

Di sisi lain, pihak JPU, Glendy Rivano, mengatakan bahwa V didakwa melanggar Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap suaminya yang berasal dari Taiwan, CYC. Menurutnya, CYC juga kerap diusir dan dimarahi dengan kata-kata kasar oleh V hingga psikisnya terganggu.

“Diperoleh fakta-fakta melalui keterangan saksi dan alat bukti bahwa inisial V terbukti jadi terdakwa dengan dijerat Pasal 45 ayat 1 Junto pasal 5 huruf b,” kata Glendy.

Terkait keberatan yang diajukan oleh V, Majelis Hakim meminta V dan kuasa hukumnya untuk menyampaikan pledoi di sidang pembelaan. Sidang pembelaan akan berlangsung pada Kamis (25/11/2021).

Sebagai informasi, V dilaporkan CYC pada bulan September 2020 ke PPA Polda Jawa Barat nomor LP.LPB/844/VII/2020 karena melakukan pengusiran dan memberikan tekanan psikis. Padahal, sebelumnya V melaporkan CYC atas kasus penelantaran istri dan anak.

Total
0
Shares
Previous Article

INDONESIA JADI NEGARA PENGHASIL KONTEN SEPUTAR K-POP TERBANYAK DI TIKTOK

Next Article

GENERASI KEDUA VAKSIN COVID-19 DISEBUT DAPAT DIBERIKAN LEWAT HIDUNG DAN ORAL

Related Posts