SEMINGGU SUDAH PPKM DARURAT BERJALAN TAPI MOBILITAS WARGA-KASUS CORONA MASIH TINGGI

Dalam sepekan Pulau Jawa dan Bali melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Dalam sepekan Pulau Jawa dan Bali melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Bisa dikatakan, pelaksanaan PPKM Darurat ini belum optimal karena masih tingginya mobilitas warga di beberapa daerah.

Dimulai dari Jakarta, pada hari pertama PPKM darurat, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, macet. Penyebabnya, mobilitas warga masih sangat tinggi.

Antrean panjang motor dan mobil itu sepanjang 1-2 km. Kemacetan terjadi selama satu jam. Kemacetan terjadi karena ada antrean di jalan arah Jakarta dari Kalideres di depan lampu merah Mal Daan Mogot yang ditutup total karena PPKM darurat.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo membenarkan adanya kemacetan tersebut. Dia mengatakan kemacetan terjadi karena mobilitas warga masih tinggi.

“Kemacetan tidak bisa dihindari karena masyarakat masih banyak yang bepergian dan tidak patuh pada aturan-aturan PPKM darurat,” ucap Sambodo, Sabtu (3/7).

Sama dengan Jakarta, di Surabaya, Jawa Timur, kemacetan terjadi di penyekatan CITO. Kemacetan juga sepanjang 1,5 km.

Selain itu, ada 100 kendaraan juga diputarbalikkan oleh petugas di pos penyekatan Bundaran Waru, CITO. Ratusan kendaraan yang diputar balik karena bukan pelat L dan W, kecuali pengendara yang bisa menunjukkan hasil tes swab antigen/PCR atau vaksin, bisa masuk Kota Surabaya.

Kemudian, kemacetan juga terjadi pada Senin (5/7), ketika hari pertama kerja di Lenteng Agung dari arah Depok menuju Jakarta juga terjadi kemacetan. Polisi menyebut kemacetan mengular hingga 3 km karena kemacetan itu mobil ambulans juga sempat viral lantaran terjebak di tengah-tengah antrean panjang warga di lokasi.

Masih pada hari yang sama, Senin (5/7), kemacetan sepanjang 7 km juga sempat terjadi di ruas Tol Dalam Kota dari Kuningan arah Semanggi di Senin pertama PPKM darurat. Polisi menyebut kemacetan itu terjadi karena beberapa hal.

“Kemacetan itu disebabkan memang ruas untuk di Tegal Parang, termasuk di depan Polda, itu dilakukan penutupan. Jadi untuk lalu lintas dalam tol dari timur arah barat itu bisa keluar di depan DPR/MPR. Namun keluar DPR/MPR juga dilakukan pemeriksaan oleh anggota saya, kira-kira orang yang melintas itu masuk dari sektor esensial atau kritikal,” kata Sutikno dilansir dari detikcom, Senin (5/7).

Polisi juga menyoroti masih tingginya mobilitas masyarakat di luar sektor kritikal dan esensial. Diketahui, dalam aturan PPKM darurat, selain dua sektor tersebut, masyarakat diminta diam di rumah selama dua pekan ke depan.

sumber : detik.com

Total
0
Shares
Previous Article

TERAPI AKUPUNTUR BISA MEMBANTU PROSES PEMULIHAN COVID-19

Next Article

PEMERINTAH AKAN PERLUAS PPKM DARURAT HINGGA KE LUAR PULAU JAWA DAN BALI MULAI TANGGAL 12 JULI

Related Posts
Read More

INDONESIA BERAMBISI BEBAS KARBON PADA 2060

Indonesia berkomitmen menuju transisi bebas emisi karbon pada 2060. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan bahwa Indonesia telah berkomitmen melalui Paris Agreement untuk menurunkan emisi karbon (CO2) 29 persen secara business as usual dan 41 persen dengan bantuan internasional.