SELEBGRAM ASAL ACEH DIJERAT PIDANA GARA-GARA BIKIN KERUMUNAN SAAT PANDEMI

Herlin Kenza yang merupakan selebgram asal Aceh terjerat pidana terkait kegiatannya yang memicu kerumunan saat pandemi virus Corona.

Herlin Kenza yang merupakan selebgram asal Aceh terjerat pidana terkait kegiatannya yang memicu kerumunan saat pandemi virus Corona.

Berawal dari Herlin Kenza yang datang ke satu toko grosir di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe, Aceh, pada 16 Juli 2021. Video kegiatannya di toko itu viral dan terlihat banyak orang berkerumun mengerubungi Herlin.

“Aku tahu aku salah. Tapi di sini aku hanya menjalankan pekerjaan aku. Aku diundang dengan pengamanan superketat. Aku juga kaget kok bisa padat banget,” kata Herlin Kenza dalam akun Instagram-nya.

Kota Lhokseumawe sendiri telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Toko yang mengundang Herlin kena sanksi berupa penutupan toko sampai waktu yang belum ditentukan.

“Sanksi yang telah diberikan, telah disurati pemilik toko untuk menutup kegiatan usaha,” kata Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (23/7).

Pemkot kemudian menyegel toko itu berdasarkan Peraturan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dan Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe Nomor:100/266/2020, perihal Menutup/Pembatasan Sementara Tempat Keramaian.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Winardy mengatakan polisi telah memeriksa sembilan saksi termasuk pemilik toko, ahli Satgas Penanganan COVID-19, hingga Herlin sendiri.

Pada Sabtu (24/7) polisi mengumumkan Herlin Kenza dan toko terkait menjadi tersangka kasus kerumunan.

“Sudah ditetapkan tersangkanya, yaitu selebgram HK (Herlin Kenza) dan pemilik toko KS,” kata Kombes Winardy kepada wartawan.

Namun, Herlin tidak ditahan polisi karena ancaman hukumannya satu tahun.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, kerumunan masyarakat di toko grosir tersebut melanggar Kekarantinaan Kesehatan dengan mengabaikan protokol kesehatan (prokes), sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 juncto Pasal 55 KUHP,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, Sabtu (24/7/2021).

sumber : detik.com

Total
0
Shares
Previous Article

PERAIRAN PULAU PARI TERCEMAR SAMPAH PLASTIK DAN STYROFOAM

Next Article

EKO YULI IRAWAN BERHASIL RAIH MEDALI PERAK PERTAMA UNTUK INDONESIA

Related Posts