SATGAS COVID-19 KELUARKAN ATURAN PEMBATASAN AKTIVITAS SAAT LIBURAN IDUL ADHA

Aturan pembatasan aktivitas selama liburan Idul Adha 1442 Hijriah dikeluarkan oleh Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19.

Aturan pembatasan aktivitas selama liburan Idul Adha 1442 Hijriah dikeluarkan oleh Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19.

Aturan tersebut tercantum dalam SE Satgas Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pembatasan Aktivitas Masyarakat Selama Libur Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa aturan tersebut berlaku mulai hari ini, Minggu (18/7) sampai 25 Juli mendatang.

Kemudian, seluruh bentuk perjalanan keluar daerah akan dibatasi, terkecuali untuk pekerja di sektor esensial dan kritikal.

Kelompok perorangan yang dikecualikan seperti mereka dengan keperluan mendesak misalnya pasien sakit keras, ibu hamil dengan pendamping satu orang.

Lalu, kepentingan persalinan dengan pendamping maksimal 2 orang dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan pendamping maksimal 5 orang serta pelaku perjalanan di bawah 18 tahun.

“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya dengan libur panjang, terutama dengan Idulfitri, ternyata tetap memicu karena ada beberapa orang yang memaksakan untuk tetap melakukan lewat jalan tikus dan seterusnya sehingga akhirnya terjadilah bobol sekarang ini,” kata Wiku dalam konferensi pers pada Sabtu (17/7) malam.

Wiku menjelaskan bahwa semua orang yang menggunakan moda transportasi umum wajib menyertakan STRP atau surat keterangan lainnya dan kartu vaksinasi minimal dosis pertama.

Ketentuan tersebut berlaku untuk orang-orang yang melakukan perjalanan dari dan ke Pulau Jawa-Bali. Kecuali, untuk kendaraan logistik dan perjalanan orang dengan keperluan mendesak.

Pelaku perjalanan juga wajib menunjukkan hasi tes negatif RT-PCR atau antigen.

Satgas Covid-19 pun menegaskan bahwa kegiatan peribadahan atau keagamaan berjamaah di daerah terdampak PPKM Darurat dilarang. Mereka juga meminta masyarakat untuk beribadah di rumah masing-masing.

SE pembatasan aktivitas liburan Hari Raya Idul Adha juga berlaku untuk daerah terdampak PPKM Mikro Diperketat dan kabupaten/kota zona merah serta oranye non PPKM Darurat.

Sementara itu, untuk daerah non PPKM Darurat dan non PPKM Diperketat Lainnya, kegiatan beribadah berjamaah mesti dibatasi maksimal 30 persen.

sumber : cnn indonesia

Total
0
Shares
Previous Article

SALAH SASARAN, ADA WARGA YANG TERIMA BANSOS PUNYA RUMAH 3 LANTAI DAN MOBIL

Next Article

OKNUM SATPOL PP GOWA YANG PUKUL SUAMI ISTRI JADI TERSANGKA DAN DICOPOT DARI JABATAN

Related Posts