SAHAM BUMI PIMPIN PENGUATAN EMITEN BATUBARA

Kondisi pasar saham batubara sedang menunjukkan tren positif. Dalam perdagangan Senin (4/10/2021), mayoritas saham emiten batubara bergerak di zona hijau.

Kondisi pasar saham batubara sedang menunjukkan tren positif. Dalam perdagangan Senin (4/10/2021), mayoritas saham emiten batubara bergerak di zona hijau.

Diantara sejumlah saham emiten yang berada di zona hijau, saham BUMI dari PT. Bumi Resources Tbk. memimpin penguatan. Melansir dari bisnis.com (4/10/2021), per pukul 13.55 WIB, saham BUMI naik 19 poin atau 26,94 persen dari Rp 68 ke Rp 87. Adapun volumenya sudah mencapai Rp 3,35 miliar dan mengantongi pembelian oleh asing sebesar Rp 3,15 miliar.

Peningkatan harga saham tersebut menambah jejak positif pergerakan saham BUMI tahun ini. Sepanjang tahun ini, tercatat saham BUMI telah naik 20,83 persen dari posisi terendah, yaitu 52 pada awal tahun ini. Dalam satu tahun penuh, harga sahamnya sudah naik 74 persen.

Menurut Director & Corporate Secretary BUMI, Dileep Srivastava, ada beberapa faktor yang menyebabkan penguatan saham BUMI dan peningkatan pembelian dari pihak asing. Salah satunya, peningkatan kebutuhan batubara global.

“Ini disebabkan adanya darurat energi global,akan kebutuhan bahan baku alternatif yang terjangkau dan sulitnya mendapatkan energi terbarukan,” tulis Dileep.

Faktor lainnya adalah peningkatan kredibilitas PT. Bumi Resources Tbk. dan unit-unit usahanya. Peningkatan kredibilitas ini berkat perolehan sejumlah penghargaan oleh unit usaha BUMI, yaitu PT. Arutmin Indonesia dan PT. Kaltim Prima Coal (KPC).

Dalam keterangan resminya, tertulis bahwa Arutmin memperoleh 13 penghargaan dan KPC menerima enam penghargaan dari ajang Penghargaan Prestasi Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik Tahun 2021 oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Arutmin dan KPC dianggap mampu menerapkan manajemen lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik.

Total
0
Shares
Previous Article

PPKM JAWA – BALI LANJUT SAMPAI 18 OKTOBER 2021

Next Article

DAYA PIKAT “START-UP” INDONESIA HINGGA JADI PRIMADONA INVESTASI GLOBAL

Related Posts