PPKM MIKRO DIPERKETAT, MALL AKAN TUTUP JAM 5 SORE

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ganip Warsito mengungkapkan rencana pemerintah untukm merevisi aturan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ganip Warsito mengungkapkan rencana pemerintah untukm merevisi aturan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Ganip memaparkan strategi penguatan manajemen implementasi PPKM berbasis mikro. Ia meminta jajaran di lapangan melakukan pembubaran kerumuman dengan tegas hingga meniadakan kegiatan sosial masyarakat.

Beberapa hal disebutkan dari hasil dari Rapat Koordinasi Satgas Covid-19 Senin 28 Juni 2021, diantaranya jam tutupo mall pukul 17.00 dan take away makanan restoran sampai pukul 20.00.

Kemudian, ada beberapa pengetatan kegiatan masyarakat di daerah zona merah dan oranye, contohnya mall hanya beroperasi hingga pukul 17.00.

Selain itu, bagi yang ingin memesan makanan di restoran hanya boleh dilakukan secara take away (di bawa ke rumah). Operasionalnya pun dibatasi hingga pukul 20.00.

Ganip mengatakan sejumlah tindakan itu terkait dengan perubahan yang akan dilakukan terhadap Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021.

“Kemudian restoran hanya diizinkan untuk take away, ini dibatasi sampai pukul 20.00 WIB. Ini beberapa pembatasan yang akan nantinya diterapkan sebagai revisi dari Inmendagri yang sudah dipedomani sampai hari ini,” ujar Ganip yang dikutip dari berbagai sumber.

Pada tahun 2020, pemerintah sempat mengambil keputusan WFH (work from home) hingga 75 persen. Kini, wacana penerapan WFH 75 persen pun kembali dilakukan setelah kasus Covid-19 kembali naik dengan angka 20.000 per hari.

“Contohnya nanti yang akan diterapkan adalah pelaksanaan untuk kegiatan PPKM-nya. WFH-WFO ini akan diberlakukan 75 persen & 25 persen untuk daerah yang merah dan oranye,” tuturnya.

sumber : popmama.com

Total
0
Shares
Previous Article

KETERISIAN TEMPAT TIDUR DI RS DI JAWA DAN JAKARTA SUDAH DIATAS 90%

Next Article

LBM EIJKMAN SEBUT COVID-19 VARIAN DELTA SUDAH MULAI TERSEBAR DI WILAYAH INDONESIA

Related Posts