Perlukah Rasa Cinta dalam Hubungan? Atau komitmen Saja Udah Cukup?

Ada banyak alasan orang bertahan dalam hubungan. Ada yang bertahan karena faktor ekonomi, rasa aman, anak, dan masih banyak alasan lainnya. Buat orang yang berusia 30 tahun ke atas, sering kali juga bertahan dalam hubungan karena takut menikah di usia lanjut, ingin membahagiakan orangtua, atau takut enggak akan menemukan cinta lagi.

Tapi gimana kalau hubungan tersebut enggak dilandasi rasa cinta? Pantaskah untuk dipertahankan hanya dengan komitmen semata?

Berbagai penelitian menemukan bahwa cinta adalah salah satu faktor penting dalam kebahagiaan dan keberlanjutan sebuah hubungan. Cinta bisa membuat hubungan lebih kuat dalam menghadapi tantangan apapun, sehingga bisa bertahan lebih lama.

Selain itu, cinta juga juga membantu meningkatkan kepercayaan diri si pria dan wanita. Kepercayaan diri yang tinggi membuat mereka lebih percaya terhadap pasangannya.

Lebih lanjut, Triangular Theory of Love dari psikolog Robert Sternberg membagi cinta dalam tiga komponen. Ketiga komponen itu adalah intimacy (kedekatan dengan pasangan), passion (rasa suka terhadap pasangan), dan commitment (usaha untuk menjaga keberlanjutan hubungan). Hubungan yang ideal membutuhkan ketiga komponen ini.

Jadi kalau menurut Mimin, hadirnya cinta dalam hubungan itu penting banget dimiliki kedua pihak. Komitmen emang ‘wajib’ untuk dimiliki, tapi hubungan yang hanya ada komitmen tanpa cinta akan terasa hampa. Setuju enggak, My Muse?

Photo Source from Disney+ Hotstar via Hypeabis

Total
0
Shares
Previous Article

Ternyata, Lagu Favorit Berkaitan dengan Tingkat Bucin Seseorang, Lho!

Next Article

EIGER Adventure dan Lazada Indonesia Siap Pasarkan Kemasan Produk Ramah Lingkungan

Related Posts