PERJALANAN SEPATU COMPASS HINGGA TERPAMPANG DI SUDUT-SUDUT JAKARTA

Langkah awal sepatu Compass dimulai pada 1990-an di Bandung, Jawa Barat. Tepatnya pada 1998, Kahar Gunawan mendirikan merek sepatu bernama Compass.

Langkah awal sepatu Compass dimulai pada 1990-an di Bandung, Jawa Barat. Tepatnya pada 1998, Kahar Gunawan mendirikan merek sepatu bernama Compass.

Perjalanan sepatu Compass sempat mengalami “sandungan” pada awal 2000-an. Sepatu Compass sempat hilang pamor karena minat masyarakat mulai beralih ke sepatu impor. Saat itu, masyarakat juga masih merasakan impas dari krisis ekonomi 1998.

Compass akhirnya mulai bangkit lagi setelah Aji Handoko bergabung sebagai Creative Director pada 2017. Sisi kreatif dan strategi bisnis yang dikembangkan Aji berhasil membuat sepatu Compass populer kembali.

Kualitas sepatu menjadi prioritas Aji. Ia tak muluk-muluk mengejar kuantitas produksi hingga melebihi kualitas dan sumber daya perusahaan karena tidak mau mengorbankan kualitas sepatu.

Melansir dari sneakers.co.id (21/7/2020), Compass membatasi kenaikan kapasitas produksi hanya dibatasi 1500 – 2000 pasang sepatu per bulan. Karena itu, tak mengherankan bila sepatu-sepatunya cepat terjual habis dan mendapat julukan sepatu gaib. Bahkan, sepatu Compass sering dijual kembali dengan harga hingga jutaan rupiah.

Tak sekadar menjual sepatu, Compass pun aktif membuat gerakan di bidang industri kreatif. Seperti sekarang ini, Compass sedang berkolaborasi dengan EXPRESI membuat instalasi sepatu raksasa di berbagai sudut Jakarta. Ada tiga sepatu raksasa yang tersebar di GOR Velodrome, Lapangan Banteng, dan Kawasan Sudirman.

Aji mengatakan, instalasi kolaborasi tersebut bertujuan memberikan semangat kepada sesama. Instalasi ini juga menjadi simbol kembangkitan dan pergerakan yang lebih besar untuk kemajuan industri kreatif.

“Instalasi ini merupakan bentuk keresahan kami terhadap situasi yang melanda industri kreatif saat ini, di mana lingkup kebebasan ekspresi terbatas. Tetapi kita harus bisa selalu berkarya dan berpegangan tangan bersama untuk maju dan bangkit,” ucapnya.

Instalasi sepatu ini juga menjadi kegiatan pra event Festival Kolaborasi Jakarta yang akan diselenggarakan pada Desember 2021. Compass berkolaborasi dengan Bank Central Asia (BCA) dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakarta Experience Board (PT Jakarta Tourisindo).

Kamu masih bisa melihat instalasi sepatu raksasa tersebut sampai 26 September 2021. Untuk mencari informasi surat terbuka terkait instalasi itu, kamu bisa scan barcode yang ada di instalasinya. #TemanCompass jangan sampai ketinggalan ya! 

Total
0
Shares
Previous Article

LIMA BUMN SIAP KUCURKAN INVESTASI KE 50 “START-UP”

Next Article

TAK ADA LAGI LEVEL 4, PPKM JAWA-BALI DIPERPANJANG DUA PEKAN

Related Posts