PEMPROV DKI JAKARTA BINA UMKM LEWAT JAKPRENEUR

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menumbuhkan wirausaha baru sekaligus mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah ada. Komitmen ini ditunjukkan Pemprov DKI lewat Jakpreneur.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menumbuhkan wirausaha baru sekaligus mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah ada. Komitmen ini ditunjukkan Pemprov DKI lewat Jakpreneur.

Melansir dari cnnindonesia.com (28/10/2021), Jakpreneur adalah platform kreasi, fasilitasi, dan kolaborasi pengembangan UMKM lewat ekosistem kewirausahaan. Melalui program ini, Pemprov DKI menempatkan pendamping wirausaha di setiap kecamatan di lima kota dan satu kabupaten administrasi.

Pendamping wirausaha ini bertugas membantu pelaku UMKM melakukan pendaftaran. Juga memberikan pelatihan, pendampingan, perizinan, membantu pemasaran, membuat pelaporan keuangan, dan akses permodalan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan bahwa pelaku usaha yang belum memiliki usaha atau baru berencana membangun, wajib mengikuti pelatihan dan pendampingan. Sementara peserta yang sudah memiliki usaha tak harus mengikuti pelatihan.

“Peserta yang sudah memiliki usaha berhak mendapatkan fasilitas perizinan, pemasaran, pelaporan keuangan, dan permodalan tanpa harus mengikuti pelatihan,” kata dia.

Elisabeth melanjutkan, binaan Jakpreneur juga akan mendapat pendampingan mengurus perizinan, diajarkan foto produk, membuat desain kemasan produk yang menarik, hingga menjual produk di marketplace. Menurutnya, masing-masing wilayah binaan memiliki toko khusus Jakpreneur di marketplace.

Saat ini, sudah cukup banyak UMKM yang terdaftar di Jakpreneur. Tercatat hingga September 2021, sudah ada 264.213 pelaku usaha yang dibina Jakpreneur.

Total
0
Shares
Previous Article

KENALAN SAMA META, NAMA PERUSAHAAN FACEBOOK YANG BARU

Next Article

PENUMPANG PESAWAT LUAR JAWA – BALI KINI BOLEH PAKAI TES ANTIGEN

Related Posts
Read More

INDONESIA BERAMBISI BEBAS KARBON PADA 2060

Indonesia berkomitmen menuju transisi bebas emisi karbon pada 2060. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan bahwa Indonesia telah berkomitmen melalui Paris Agreement untuk menurunkan emisi karbon (CO2) 29 persen secara business as usual dan 41 persen dengan bantuan internasional.