PEMERINTAH AKAN MANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK HIDUP BERDAMPINGAN DENGAN COVID-19

Teknologi informasi kini seakan tak bisa terpisahkan dalam kehidupan manusia. Orang membutuhkan teknologi informasi untuk membantunya dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Teknologi informasi kini seakan tak bisa terpisahkan dalam kehidupan manusia. Orang membutuhkan teknologi informasi untuk membantunya dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Contoh sederhananya, siswa membutuhkan ponsel dan internet untuk bisa bersekolah di masa pandemi Covid-19.

Karena itu, tak mengherankan bila teknologi informasi kini dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang kesehatan dapat memberi kemudahan kepada pihak pemberi pelayanan kesehatan dan kepada pasien sekaligus.

Bagi pihak pemberi layanan kesehatan, mereka dapat menemukan rekam jejak medis pasien secara lebih mudah karena sudah tersimpan di komputer. Mereka juga dapat menjangkau pasien di berbagai tempat dengan mudah.

Sementara itu, pasien bisa mengandalkan teknologi informasi untuk mengakses informasi dan layanan kesehatan secara lebih cepat. Waktu dan tenaga yang dihemat pun jauh lebih banyak.

Melihat besarnya manfaat teknologi informasi di bidang kesehatan, pemerintah pun berencana untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk menjaga protokol kesehatan. Pemanfaatan teknologi ini menjadi salah satu strategi pemerintah agar kesehatan dan ekonomi dapat berjalan seimbang.

“Paling penting agar kita bisa menyeimbangkan antara hidup sehat dan hidup yang bermanfaat secara ekonomi, yang paling penting adalah prokes harus disiplin,” ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, seperti dilansir dari liputan6.com (23/8/2021).

Ia melanjutkan, pemerintah akan memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi secara lebih maksimal untuk menjaga protokol kesehatan masyarakat. Penerapan protokol kesehatan berlandaskan tekonologi ini akan dilakukan di sektor perdagangan, transportasi, kerja, pariwisata, pendidikan, dan keagamaan.

Pemerintah berharap, dengan pemanfaatan teknologi informasi tersebut, masyarakat bisa hidup berdampingan dengan Covid-19 dan menganggap Covid-19 sebagai epidemi. Melansir dari cnnindonesia.com (24/8/2021), epidemi adalah ketika suatu penyakit telah menyebar dengan cepat ke wilayah atau negara tertentu dan mulai memengaruhi populasi penduduk di wilayah atau negara tersebut. 

Total
0
Shares
Previous Article

DIKELOLA MAPB, INDONESIA JADI NEGARA PERTAMA YANG TERAPKAN “COUNTRY FRANCHISE” EKSKLUSIF SUBWAY

Next Article

KISAH PERJALANAN ERIGO HINGGA BISA TERPILIH IKUT NEW YORK FASHION WEEK 2022

Related Posts