Orang Indonesia: Hobi Datang Telat, tapi Pengennya Pulang Paling Cepat

Lo pasti pernah mendengar kalimat yang kurang lebih bunyinya kayak gini “rajin banget udah dateng jam segini”, “mau ngapain emangnya, kok dateng cepet-cepet?”, atau “bukan gue yang telat, lo aja datengnya kecepetan”. Nah, kalimat ini seringkali diucapkan oleh kaum yang hobi ngaret alias telat dan biasanya ditujukan untuk orang-orang yang datang tepat waktu.

Akan tetapi, lo ngerasa nggak sih kalau budaya telat ini lebih banyak dilakukan orang-orang Indonesia? Sebab, datang telat sudah dijadikan kebiasaan serta dianggap semacam peraturan nggak tertulis. Kira-kira, kenapa sih orang Indonesia hobi banget telat?

Menurut Edward T. Hall dalam buku berjudul “Beyond Culture”, waktu memiliki dua konsep yaitu monokronik dan polikronik. Konsep monokronik sendiri memiliki sifat anti gak enakan, anti mendahului orang yang mengantre karena memiliki prioritas, menepati janji, dan mendahului yang mana prioritas.

Sementara, orang yang menganut konsep polikronik memiliki sifat nggak enakan serta merasa kalau atasan atau orang tua nggak boleh didahului. Jadinya, setiap ada janjian dengan atasan atau orang tua mereka nggak akan mau datang duluan. Ditambah, mereka hobi multitasking, prioritasnya bisa berubah-ubah, dan memiliki fleksibilitas tingkat tinggi.

Dari sifatnya saja kedua konsep ini sudah berbeda, jadi kalau menurut pengamatan Mimin, orang Indonesia lebih banyak menganut konsep polikronik. Sebab, banyak yang merasa nggak enakan ketika datang duluan dan lebih memilih datang terlambat.

Selain itu, rata-rata orang Indonesia selalu memiliki persepsi sendiri soal kenapa mereka ‘harus’ datang terlambat. Ada yang merasa bingung harus melakukan apa ketika datang lebih dahulu, memiliki kegiatan lain yang dianggap lebih penting, serta hobi menunda-nunda.

Contohnya, saat ada acara penting yang dimulai pukul 17.30, mereka merasa datang 10 sampai 15 menit setelah acara dimulai juga nggak ada masalah lantaran malas untuk datang lebih dahulu dan menunggu acara mulai.

Eits, akan tetapi kalau saat memasuki jam pulang, orang Indonesia justru lebih tepat waktu, lho! Mereka merasa, ketika jam pulang tiba maka itu waktunya untuk melepas beban pikiran dan penat.

Source Photo from Webseriesnya Radit

Total
0
Shares
Previous Article

Lepas Jubah Merahnya, Henry Cavill: Saya Tak Akan Kembali Jadi Superman

Next Article

Kevin Aprilio Beri Klarifikasi Terkait Kabar Widi Hengkang dari Vierratale

Related Posts