Niatnya Mau Eco-Friendly, tapi Kondisi Dompet Nggak Friendly

Selama beberapa tahun ke belakang, penerapan sustainable living atau gaya hidup ramah lingkungan sudah marak dilakukan. Meskipun belum dilakukan secara total, namun produk-produk ramah lingkungan alias eco-friendly mulai dilirik oleh beberapa kalangan, tak terkecuali generasi muda masa kini.

Akan tetapi, menurut sebagian orang produk-produk eco friendly memiliki harga yang cenderung mahal, sehingga dianggap kurang worth-it. Padahal, tingginya harga produk eco-friendly ini disebabkan karena biaya produksinya yang juga tinggi.

Pasalnya, produk ramah lingkungan nggak menggunakan bahan-bahan sintetik dan lebih mengandalkan sumber tanaman organik. Bahkan, produk ini juga menggunakan kemasan dari rumput laut sebagai pengganti plastik. Dengan kualitas seperti ini, tentu ada harga yang bicara.

Mahalnya biaya produksi juga didasari oleh industri yang belum memiliki skala besar, sehingga perusahaan dinilai sulit untuk mengambil keuntungan. Belum lagi untuk membayar upah pekerja secara adil dan etis.

Kemudian, produk ramah lingkungan memiliki biaya sertifikasi yang tinggi. Melansir dari Female Daily, untuk mendapatkan sertifikasi ini perusahaan harus merogoh kocek dalam-dalam dan sertifikasi yang dibutuhkan nggak hanya satu. Namun, bisa sampai dua atau tiga sertifikasi.

Terakhir, rendahnya minat pembeli. Faktor ini pasti akan dikecam oleh sebagian orang lantaran harga yang mahal menjadi alasan minat beli rendah. Eits, tetapi apa iya? Masalahnya, masih banyak orang yang merasa produk-produk ramah lingkungan nggak sesuai dengan kebutuhan mereka.

Jadi, yang perlu dilakukan adalah menyebarluaskan target pasar dan memperbanyak jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar lebih sesuai selera masyarakat.

Source Photo from Pexel/Ahsanjaya

Total
0
Shares
Previous Article

PBB Tegur Pemerintah Indonesia soal KUHP Baru

Next Article

Arctic Monkeys Siap Gelar Konser di Jakarta pada Maret 2023

Related Posts