MULAI DILIRIK INVESTOR, SEPERTI APA PROSES BISNIS SOCIAL COMMERCE?

Social commerce kini semakin populer di kalangan para investor. Diperkirakan, social commerce akan terus mendapat suntikan dana dari investor hingga beberapa tahun ke depan.

Social commerce kini semakin populer di kalangan para investor. Diperkirakan, social commerce akan terus mendapat suntikan dana dari investor hingga beberapa tahun ke depan.

Peneliti ekonomi digital dari Institut for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, mengatakan bahwa social commerce diminati para investor karena berpotensi melibatkan warga sekitar. Selain itu, ke depannya proyeksi model social commerce akan dicontoh oleh e-commerce dalam bentuk kemitraan dengan pedagang.

Sebenarnya, seperti apa model bisnis social commerce? Social commerce merupakan bisnis yang melibatkan media sosial dan media online. Bisnis ini mendukung interaksi sosial dan kontribusi pengguna dalam jual beli produk atau layanan secara daring.

Menurut Nailul, model bisnis social commerce serupa dengan kemitraan beberapa perusahaan ke toko kelontong. Umumnya, bentuk kemitraannya berupa reseller atau agen perorangan yang dapat membentuk kelompok belanja.

Social commerce lebih banyak menyediakan barang kebutuhan sehari-hari [FMCG] dan bisa membentuk kelompok pembelian dengan menggunakan platform social media,” kata dia, seperti dikutip dari bisnis.com (3/11/2021).

Nailul menambahkan, social commerce perlu strategi untuk memperbesar jaringannya dan bisa menyaingi e-commerce. Salah satu strateginya adalah memperbanyak konsumen akhir dan fokus di kota-kota kecil yang potensial.

Total
0
Shares
Previous Article

QRIS TELAH TERBUKTI MEMILIKI BERAGAM MANFAAT. APA SAJA?

Next Article

ERICK THOHIR: BILL GATES MINAT BERINVESTASI DALAM PENGEMBANGAN VAKSIN DENGAN BIO FARMA

Related Posts