MARKIS KIDO AKAN DAPAT PENGHARGAAN KHUSUS DARI NEGARA

Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebenarnya sudah berencana untuk memberikan gelar khusus bagi pahlawan olahraga seperti Markis Kido.

Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, mengatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebenarnya sudah berencana untuk memberikan gelar khusus bagi pahlawan olahraga seperti Markis Kido.

Namun pemberian gelar itu masih baru akan dibahas bersamaan dengan pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) Nomor 3 Tahun 2005. Pemberian gelar bagi pahlawan olahraga yang telang mengharumkan nama bangsa di kancah internssional masuk ke dalam poin kesejahteraan dan penghargaan atlet.

“Kemenpora sudah punya rencana untuk memberikan gelar khusus bagi pahlawan olahraga seperti Markis Kido. Saat ini kami sedang mulai akan membahas revisi UU SKN. Selama ini sorotan anggota dewan tentang kesejahteraan dan penghargaan atlet,” kata Gatot dilansir CNNIndonesia.com, Selasa 15 Juni 2021.

“Semoga di pembahasan bisa diformulasikan seperti apa sih yang layak diberikan kepada sosok tokoh seperti Markis Kido,” imbuhnya.

Sebelumnya, Markis Kido meninggal dunia diduga akibat serangan jantung saat bermain bulutangkis di GOR Petrolin, Tangerang, Senin 14 Juni 2021.

Pihak keluarga sempat menginginkan agar jenazah almarhum Markis Kido dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Namun, akhirnya batal karena Markis Kido tidak memiliki gelar untuk bisa dimakamkan di lokasi tersebut.

Berdasarkan peraturan dari Kementerian Sosial, yang bisa dimakamkan di TMP Nasional Utama Kalibata adalah mereka yang memiliki gelar; Bintang Republik Indonesia, Bintang Mahaputera, Bintang Sakti, Bintang Gerilya dan anggota TNI/Polri yang gugur atau tewas dalam pertempuran.

“Jadi sempat ada yang tanya ke saya soal kemungkinan Markis Kido dimakamkan di TMP Kalibata. Saya langsung komunikasi dengan yang berkompeten, Sekjen Kementerian Sosial. Lalu disebutkan bahwa ada kriteria atau yang dimungkinkan dimakamkan di TMP ada peraturannya.”

“Kesimpulannya kriteria itu tidak terpenuhi. Case ini sama seperti ketika legenda renang, Lukman Niode meninggal dunia,” jelasnya.

Di sisi lain, Kemenpora disebut Gatot tidak akan terlalu kaku terpaku pada aturan. Gelar khusus atau penghargaan bagi pahlawan olahraga masih bisa diberikan melalui keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tanpa melanggar aturan yang lebih tinggi.

“Apakah penghargaan diberikan saat HAORNAS (Hari Olahraga Nasional) atau saat peringatan 17 Agustus, tergantung menteri. Sebagai bawahan kami harus memberikan justifikasi, alasan, penjelasan dan opsi apa saja yang bisa diberikan dan jangan sampai ini dianggap sebagai hal yang mengada-ada. Ini juga menjadi pemikiran kalau hal serupa terjadi kepada sosok pahlawan olahraga lain ke depan,” tutup Gatot menerangkan.

sumber : cnn indonesia

Total
0
Shares
Previous Article

PARK SEO-JOON AKAN GABUNG DI FILM MARVEL CINEMATIC UNIVERSE

Next Article

ROLLER COASTER 'SETAN' DI NEW JERSEY AS SETINGGI GEDUNG 13 LANTAI RESMI DIBUKA

Related Posts