Kenali Prinsip ‘Wabi-Sabi’ ala Jepang yang Bikin Hidup Lo Tenang

Dalam menjalani hidup, sering kali kita mendapati ada sesuatu yang tidak sempurna. Entah menjadi tidak sesuai rencana, kerap menjalani hari yang buruk, atau tak kunjung merasa bahagia atas apa yang dilakukan.

Daripada terus-menerus merasakan hal demikian, mungkin lo bisa mencoba untuk menerapkan prinsip ala Jepang yaitu “wabi sabi”. “Wabi sabi” merupakan sebuah filosofi hidup untuk menerima ketidaksempurnaan dan memanfaatkan hidup sebaik-baiknya. Prinsip ini mendorong kita untuk lebih fokus pada hal-hal yang telah dimiliki dibanding berharap akan sesuatu yang nggak kita punya.

Melansir dari Kumparan, “wabi sabi” pertama kali muncul dalam dinasti Tiongkok pada 960-1279 masehi. Diketahui, sekitar 700 tahun lalu penerimaan kekosongan dan ketidaksempurnaan bangsawan Jepang dihormati sebagai suatu langkah awal menuju pencerahan.

Pada awalnya, “wabi sabi” merupakan konsep yang terpisah. ‘Wabi’ adalah cara untuk mengapresiasi suatu keindahan. Sementara, ‘sabi’ adalah penggambaran mengenai waktu yang memengaruhi kerusakan.

Cara untuk menerapkan prinsip “wabi sabi” ini juga cukup mudah namun membutuhkan waktu. Sebab, lo harus bisa mengubah pandangan mengenai hidup yang awalnya harus sempurna menjadi lebih bersyukur atas sesuatu yang dimiliki.

Memang sih, cara ini sudah banyak dikumandangkan oleh berbagai pihak. Namun, “wabi sabi” sendiri mengajarkan lo untuk benar-benar menghargai ketidaksempurnaan, meskipun hanya untuk barang-barang lo yang sudah berkerak atau berkarat.

Source Photo from Unsplash/Rishabh Dharmani

Total
0
Shares
Previous Article

Apa Bedanya 'Curving' dan 'Ghosting' dalam Dunia Percintaan?

Next Article

Alasan Lo Harus Menghindari Orang yang Sering Ngomong "Aku Emang Gini Orangnya"

Related Posts