KENALI ARTI GHOSTING DAN CARA MENYIKAPINYA

Bagi yang menjadi korban ghosting, tentu rentan merasa bingung dan sakit hati. Mereka kerap bertanya-tanya kenapa sang pujaan hati tiba-tiba hilang bak ditelan bumi.

Ani sedang merasa galau dan gundah gulana. Budi, cowok yang sedang dekat dengannya selama lima bulan terakhir tiba-tiba hilang tanpa kabar. Semua SMS, chat, telepon, dan email dari Ani tak ada yang berbalas. Padahal, baru pekan lalu mereka pergi kencan berdua. Saat itu semuanya terasa indah. Bahkan, Budi membawakannya bunga dan cokelat kesukaannya. Kegalauan Ani semakin menjadi ketika sejam yang lalu ia melihat Budi mengunggah Instagram story sedang menggenggam tangan seorang perempuan disertai tulisan “so happy to see you, beautiful”. Ada apa dengan Budi?

Familiar dengan ilustrasi cerita di atas? Yup, itu adalah contoh kasus ghosting. Sebuah istilah dalam kasus percintaan yang selama ini sedang ramai disebut-sebut.

Melansir dari menshealth.com, edukator seks dan pendiri situs Slutty Girl Problems, Lorrae Bradbury, mengatakan bahwa ghosting merupakan sebuah cara mengakhiri komunikasi dengan seseorang tanpa harus memberi jawaban atas perasaan kita sebenarnya. Intinya, ghosting adalah sebuah penolakan tanpa penyelesaian.

Bagi yang menjadi korban ghosting, tentu rentan merasa bingung dan sakit hati. Mereka kerap bertanya-tanya kenapa sang pujaan hati tiba-tiba hilang bak ditelan bumi.

Sebenarnya, ada beberapa alasan penyebab seseorang melakukan ghosting. Melansir dari tirto.id, beberapa penyebab ghosting antara lain rasa takut akan reaksi pasangan, menghindari konflik, dan lebih mencintai diri sendiri.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh para korban untuk bisa move on? Pertama, terima kenyataan secara perlahan. Menerima penolakan tanpa penjelasan memang tak enak, wajar jika kamu merasa sedih selama beberapa waktu. Namun, perlahan-lahan coba kamu terima kenyataan bahwa dia memang bukan yang terbaik untukmu dan ikhlaskan dia untuk pergi. Tanamkan pikiran positif kalau kamu akan bertemu pasangan yang lebih baik darinya.

Kedua, jangan salahkan diri sendiri. “Aduh aku salah dan kurang apa ya?” merupakan pikiran yang biasa timbul pada korban ghosting. Namun, kamu harus sadar bahwa keputusan dia untuk ghosting itu sepenuhnya berada di kendali dia. Kalau dia pasangan yang baik, pasti dia akan bisa menerima kekurangan atau setidaknya mengajak kamu untuk melakukan instropeksi diri secara bersama-sama.

Terakhir, jangan pendam emosi sendiri. Saat menjadi korban ghosting, mungkin kamu akan merasakan beragam emosi. Mulai dari sedih, bingung, hingga marah. Supaya kamu tidak stres dan sedih berkepanjangan, jangan pendam perasaan itu sendirian. Kamu bisa menceritakannya ke keluarga atau sahabat yang kamu percaya. Atau, kamu juga bisa mencari bantuan profesional ke terapis atau konselor.

Nah, itu adalah beberapa hal tentang ghosting yang perlu kamu ketahui. Sudah siap untuk move on?

Total
0
Shares
Previous Article

WARGA YANG SUDAH DIVAKSIN KINI BISA NAIK PESAWAT PAKAI ANTIGEN

Next Article

BAJU DINAS ANGGOTA DPRD TANGERANG PAKAI BAHAN LOUIS VUITTON

Related Posts