KEJATI SUMSEL TETAPKAN 2 TERSANGKA BARU KASUS KORUPSI MASJID SRIWIJAYA SENILAI RP130 MILIAR

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriiwijaya Kota Palembang dari APBD Pemprov Sumsel tahun 2015-2017 senilai Rp130 miliar yang kini mangkrak.

Tersangka baru tersebut ialah mantan Sekda Sumsel Mukti Sulaiman dan mantan Kabiro Kesra Pemprov Sumsel Ahmad Nasuhi.

“Keduanya ditetapkan sebagai tersangka per 16 Juni dan ditahan di Rutan Pakjo Palembang selama 20 hari ke depan,” kata Kasipenkum Kejati Sumsel Khaidirman, Rabu 16 Juni 2021 dikutip dari ANTARA.

Usai menjalani pemeriksaan di Kejati Sumsel sejak Rabu pagi, keduanya ditetapkan menjadi tersangka.

Khaidirman menjelaskan tersangka Mukti Sulaiman ditetapkan tersangka atas keterlibatannya sebagai Sekda Sumsel periode 2013-2016 sekaligus sebagai tim TAPD saat perencanaan hibah untuk pembangunan masjid.

Lalu, Ahmad Nasuhi ditetapkan sebagai tersangka atas keterlibatannya sebagai mantan Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), tersangka juga saat ini masih menjabat sebagai Kadinsos Musi Banyuasin.

“Keduanya dijerat dengan pasal 2 juncto pasal 18 Undang-undang Nomor 20 tajun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi,” dia menambahkan.

Kejati Sumsel kini telah menetapkan enam tersangka dalam kasus korupsi tersebut, dimana sebelumnya empat tersangka sudah ditahan sejak 30 Maret 2021.

Keempatnya tersangka sebelumnya adalah mantan Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya Edi Hermanto, KSO PT Brantas Abipraya Ir. Dwi Kriyana, Ketua Divisi Pelaksanaan Lelang Syarifudin dan kuasa KSO Adipraya-PT Yodyakarya Yudi Wahyoni.

Masjid Sriiwjaya yang direncanakan menjadi masjid terbesar Seasia tersebut mulai dibangun pada 2009 dan telah menyerap dana hibah yang bersumber dari APBD Sumsel total Rp130 miliar pada 2015-2017.

Dibutuhkann dana hingga Rp668 miliar untuk bangun masjid ini, namun pembangunannya baru menyelesaikan pondasi dasar dan kini mangkrak karena korupsi.

sumber : indozone

Total
0
Shares
Previous Article

FILM PARANOIA AKAN TAYANG PERDANA DI BUCHEON FILM FESTIVAL 2021

Next Article

EPISODE SPESIAL SERIAL KINGDOM : ASHIN OF THE NORTH AKAN TAYANG 23 JULI 2021

Related Posts