INI DIA ALASAN JOKOWI PAKAI BAJU ADAT BADUY KE SIDANG TAHUNAN MPR

Presiden Joko Widodo atau Jokowi tampil berbeda saat menghadiri Pidato Sidang Tahunan Bersama MPR, DPR, dan DPD. Ia datang dengan mengenakan pakaian adat Baduy.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi tampil berbeda saat menghadiri Pidato Sidang Tahunan Bersama MPR, DPR, dan DPD. Ia datang dengan mengenakan pakaian adat Baduy.

Jokowi memakai setelan pakaian adat berwarna hitam dan dilengkapi dengan lencana merah putih di sebelah kiri. Penampilannya semakin lengkap dengan udeng biru, sandal hitam, dan tas rajut cokelat.

Ternyata, ada alasan tersendiri mengapa Jokowi memilih pakaian adat tersebut. Menurut cuitan dari Kantor Staf Presiden (KSP) di akun Twitter resmi @KSPgoid, Jokowi ingin memberi penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan budaya Suku Baduy.

“Presiden Jokowi memilih menggunakan pakaian adat Suku Baduy sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan pada keluhuran nilai-nilai adat dan budaya Suku Baduy,” tulis KSP, seperti dikutip dari kompas.com (16/8/2021).

Suku Baduy sendiri merupakan salah satu dari 1.340 suku bangsa di Tanah Air. Kelompok etnis Sunda ini tinggal di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Karena tinggal di dekat alam yang subur, masyarakat Baduy umumnya berladang atau bertani untuk mencari nafkah. Komoditas yang paling banyak mereka tanam antara lain kopi, padi, dan umbi-umbian.

Selain itu, mereka juga memanfaatkan alam untuk membangun rumah adat. Rumah adat Baduy menggunakan batu kali sebagai pondasi dasarnya, serta memakai bambu dan kayu sebagai bahan bangunan tambahan.

Terkait pakaian adat, suku Baduy juga memiliki ciri khas tersendiri. Pakaian adat mereka terdiri dari telekung, kutung, beubeur, dan samping raos.

Telekung merupakan ikat kepala yang terbuat dari hasil tenun masyarakat Baduy. Kutung adalah baju putih berlengan panjang tanpa kerah atau yang juga disebut jamang sangsang.

Beubeur merupakan ikat pinggang berupa selendang kecil. Adapun samping aros merupakan sarung warna nila bergaris putih yang dipakai sebatas dengkul. Wah, alangkah indahnya kalau langkah Presiden Jokowi dalam melestarikan pakaian adat dicontoh oleh masyarakat luas. Dengan begitu, pakaian adat suku Baduy dan suku-suku lainnya di Indonesia tidak terlupakan dan tergerus oleh budaya modern. Setuju?

Total
0
Shares
Previous Article

PPKM JAWA DAN BALI AKAN BERAKHIR HARI INI

Next Article

TIKTOK HADIRKAN FITUR BATASAN PENGGUNAAN UNTUK PENGGUNA REMAJA

Related Posts