INDONESIA MULAI TERAPKAN STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH MAKANAN

Food Loss and Waste (FLW) atau sampah dan sisa makanan menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia

Food Loss and Waste (FLW) atau sampah dan sisa makanan menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia. Consulting Manager dan Team Leader FLW Study dari Waste4Change, Anissa Ratna Putri, menjelaskan selama kurun waktu 2000 – 2019, total timbulan FLW Indonesia mencapai 23 – 48 juta ton/tahun.

Jumlah sampah makanan yang banyak ini turut menyebabkan kerugian ekonomi negara. Seperti dilansir dari bisnis.com (10/6/2021), Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan bahwa FLW menyebabkan kerugian Rp 213 – 551 triliun per tahun.

“Selain itu, berdasarkan data dari Global Food Security Index (GFSI), Indonesia menempati peringkat ke-65 dari 113 negara, yang bahkan menempati posisi di bawah negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, integrasi pengelolaan Food Loss and Waste masuk menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 untuk poin nomor 6, Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim, khususnya untuk Pembangunan Rendah Karbon,” ujar Perencana Direktorat Lingkungan Hidup Bappenas, Anggi Pertiwi Putri.

Jadi, Indonesia mulai menerapkan strategi pengelolaan sampah makanan lewat kajian FLW dalam Rangka Mendukung Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pembangunan Rendah Karbon yang diinisiasi Bappenas bekerja sama dengan Waste4Change, World Research Institute (WRI), dan didukung UK-FCDO.

Salah satu strateginya adalah pemanfaatan FLW oleh organisasi bank makanan yang diinisiasi oleh kelompok masyarakat secara mandiri seperti Garda Pangan. Mereka mengumpulkan makanan berlebih dari tempat makan, acara, dan donasi individu. Makanan yang telah melewati serangkaian uji kelayakan makanan akan disalurkan pada masyarakat pra-sejahtera di Surabaya dan sekitarnya. Hingga saat ini Garda Pangan telah berhasil menyelamatkan 183.233 porsi makanan yang setara dengan 43 ton potensi sampah sisa makanan. Makanan-makanan tersebut telah didistribusikan ke 127,191 penerima manfaat. Mereka pun menargetkan cakupan area pendistribusian yang lebih luas lagi.

Total
0
Shares
Previous Article

CATAT, 13 TITIK GANJIL GENAP YANG MULAI BERLAKU HARI INI

Next Article

RANGKUMAN PERISTIWA YANG TERJADI HARI INI

Related Posts