INDONESIA JADI NEGARA KE-102 YANG BERSIH DARI KORUPSI

Indeks Persepsi Korupsi (CPI) menerbitkan laporan berisi peringkat negara berdasarkan tingkat korupsi sektor publik yang dirasakan para ahli dan pebisnis. Laporan ini berfokus pada pengaruh korupsi terhadap respons pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

Indeks Persepsi Korupsi (CPI) menerbitkan laporan berisi peringkat negara berdasarkan tingkat korupsi sektor publik yang dirasakan para ahli dan pebisnis. Laporan ini berfokus pada pengaruh korupsi terhadap respons pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

Datanya membandingkan performa negara dengan investasi yang dilakukan di sektor kesehatan. Selain itu, data ini juga melihat bagaimana norma demokrasi dan institusi di suatu negara melemah pada masa pandemi.

“Pandemi Covid-19 bukan hanya krisis kesehatan dan ekonomi. Ini juga merupakan krisis korupsi. Dan salah satu yang saat ini gagal kita kelola. Tahun lalu, (pandemi) mengetes pemerintahan tak seperti sebelumnya, dan mereka (negara) memiliki level korupsi yang lebih tinggi kurang mampu mengatasi tantangan itu,” ucap Ketua Transparansi Internasional, Delia Ferreira Rubio, seperti dikutip dari @cnnindonesia.com (9/12/2021).

Dalam laporan CPI tahun 2020 tersebut, Indonesia menempati peringkat 102 dari 180 negara. Indonesia mendapat skor 37 oleh CPI. Posisi Indonesia setara dengan Gambia yang juga mendapat skor 37.

CPI menggunakan skala penilaian 0 – 100, di mana skor 0 berarti sangat korupsi dan skor 100 berarti sangat bersih dari korupsi. Jadi, skor 37 menunjukkan Indonesia masih banyak korupsi.

Peringkat tertinggi negara terbersih dari korupsi dipegang oleh Selandia Baru dan Denmark dengan skor 88. Adapun peringkat ketiga ditempati oleh Finlandia, Swiss, Singapura, dan Swedia. Keempatnya memiliki skor 85.

Total
0
Shares
Previous Article

ORANG YANG LAHIR SETELAH TAHUN 2008 DILARANG UNTUK BELI TEMBAKAU SEUMUR HIDUP OLEH HUKUM TAPI DI NEW ZEALAND

Next Article

BISNIS KELUARGA AKAN GAGAL DI GENERASI KETIGA. MITOS ATAU FAKTA?

Related Posts