GENERASI KEDUA VAKSIN COVID-19 DISEBUT DAPAT DIBERIKAN LEWAT HIDUNG DAN ORAL

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organizations (WHO) tengah menantikan generasi kedua dari vaksin Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organizations (WHO) tengah menantikan generasi kedua dari vaksin Covid-19. Kepala ilmuwan WHO, Soumya, Swaminatha, mengatakan bahwa generasi kedua vaksin Covid-19 akan mencakup semprotan hidung dan versi oral.

Menurutnya, vaksin yang diberikan lewat hidung dan oral memiliki keunggulan dibandingkan vaksin versi saat ini. Vaksin hidung dan oral lebih mudah diberikan, bahkan orang bisa melakukannya sendiri.

“Mungkin ada keuntungan dari beberapa vaksin generasi kedua. Jelas jika Anda memiliki vaksin oral atau vaksin intra-nasal (via hidung), ini lebih mudah diberikan daripada yang disuntikkan. Akhirnya kita bisa memilih mana yang paling tepat. Jika bukan karena Covid, kami akan menggunakan platform ini untuk infeksi lain di masa depan,” kata Soumya, seperti dikutip dari cnbcindonesia.com (14/11/2021).

Keuntungan lain dari vaksin jenis tersebut adalah, imbuhnya, membantu menangani virus sebelum menetap dan menimbulkan masalah di paru-paru. Namun, kemampuan vaksin menangani virus ini baru bisa berjalan efektif kalau ada respons imun lokal.

Ia mengatakan, ada 129 kandidat vaksin yang telah melalui uji klinis. Sebanyak 194 kandidat lainnya masih dikerjakan di laboratorium dan belum begitu maju pengembangannya.

“Mereka masih dalam pengembangan. Saya yakin beberapa dari mereka akan terbukti sangat aman dan manjur dan yang lain mungkin tidak,” ujar Soumya.

Walaupun begitu, ia mengingatkan kalau semua vaksin tak ada yang 100 persen benar-benar ampuh melindungi orang dari virus Covid-19. Semua vaksin yang telah disetujui WHO memiliki keampuhan sebesar 90 persen dan belum pernah menunjukkan efek samping yang begitu mengkhawatirkan.

Hingga saat ini, WHO hanya memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk tujuh vaksin Covid-19. WHO mengotorisasi vaksin yang dibuat oleh Pfizer/BioNTech, Moderna, AstraZeneca, Johnson & Johnson, Sinopharm, Sinovac, dan Bharat Biotech.

Total
0
Shares
Previous Article

SEORANG ISTRI DI KARAWANG DITUNTUT 1 TAHUN PENJARA AKIBAT MARAHI SUAMI MABUK

Next Article

DERETAN INOVASI TERANYAR GOPLAY UNTUK PENONTON DAN KREATOR KONTEN

Related Posts