Direncanain Jadi Wacana, Giliran Mendadak Malah Kejadian

Sering banget ketika kita memiliki waktu luang rasanya semua rencana berkumpul di otak dan meronta-ronta untuk dilakukan. Mulai dari makanan apa yang harus dimakan, melakukan kegiatan apa dan dengan siapa, serta hal-hal lainnya yang bisa direncanakan.

Eits, akan tetapi semua hal yang direncanakan itu justru nggak terlaksana alias cuma jadi wacana. Apalagi ketika ada rencana untuk reunian dengan teman-teman atau berlibur bersama. Ada saja alasan yang digunakan untuk membatalkan agenda tersebut.

Di sisi lain, kegiatan yang sifatnya dadakan alias spontan justru lebih mudah direalisasikan. Dengan bermodal ajakan singkat, biasanya banyak yang langsung menyetujuinya. Kok bisa begitu ya?

Ternyata, kemajuan teknologi cukup berpengaruh di sini. Gimana nggak? Masalahnya, sebagian orang bisa membatalkan rencana mereka di menit-menit terakhir cukup dengan ketikan di chat saja. Hal ini otomatis menghilangkan rasa. Sebab, kita nggak bisa melihat secara langsung ekspresi orang yang kecewa atas batalnya kegiatan yang sudah direncanakan.

Ditambah, dengan adanya delusi tentang kegiatan tersebut padahal belum terlaksana, pikiran-pikiran seperti “ah pasti nggak bakal seru juga, mending gausah ikut aja deh”, atau “aduh males banget dateng, pasti isinya pamer aja”, serta lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah menjadi pemicu banyaknya orang yang hobi berwacana tentang rencana mereka.

Sementara, untuk segala sesuatu yang bersifat dadakan akan lebih mudah terlaksana karena biasanya kita nggak akan memikirkan segala kendala dan memang waktunya sangat pas. Biasanya sih, karena sudah terlanjur suntuk, nggak ada kegiatan. Makanya kita bisa meng-iyakan ajakan itu.

Lo tim yang lebih menepati janji atau si penebar wacana, nih?

Source Photo from Netflix/Wine Country

Total
0
Shares
Previous Article

Kenapa KKN Sering Jadi Ajang Cinlok untuk Mahasiswa?

Next Article

Dikenal Sebagai Ikon Kota Jakarta, Inilah Asal-Usul Ondel-Ondel

Related Posts