DIDUGA HOAX, MANTAN ANGGOTA DPRD MENGAKU DITUSUK OLEH PETUGAS SAAT PENYEKATAN PPKM DARURAT

Kepolisian tengah menyelidiki kasus penyebaran video mantan anggota DPRD Tapanuli Tengah, Sumatera Barat, Awaluddin Rao, yang mengaku buta sebab matanya ditusuk oleh petugas penyekatan PPKM darurat di Kota Padang.

Kepolisian tengah menyelidiki kasus penyebaran video mantan anggota DPRD Tapanuli Tengah, Sumatera Barat, Awaluddin Rao, yang mengaku buta sebab matanya ditusuk oleh petugas penyekatan PPKM darurat di Kota Padang.

“Kita masih selidiki kasus penyebaran video yang diduga berisikan berita bohong. Video yang beredar itu seolah-olah petugas melakukan tindakan yang salah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa penyebar video tersebut bisa dijerat Pasal 28 Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon Sektor Lubuk Kilangan (Luki) Kota Padang telah membantah tuduhan bertindak represif terhadap seorang laki-laki di pos penyekatan wilayah Lubuk Paraku, Jumat (16/7).

“Tidak benar ada tindakan represif dalam kejadian itu, kami menyayangkan video yang viral seolah-olah kami telah melakukan tindakan (represif),” ujarnya.

Video tersebut tidak memperlihatkan kejadian secara utuh sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Kejadian berawal ketika sang pengemudi hendak masuk ke Kota Padang via Pos Penyekatan Lubuak Paraku pada Jumat (16/7) pagi sekitar pukul 02.30 WIB.

Sebagai syarat untuk bisa masuk Kota Padang dalam masa PPKM darurat, kendaraannya kemudian dihentikan oleh petugas untuk pemeriksaan dokumen pengemudi. Syarat tersebut berupa surat keterangan vaksin atau hasil tes PCR/antigen yang menyatakan bebas Covid-19.

Namun, ia bersama rekannya tidak bisa menunjukkan persyaratan tersebut maka diminta putar balik layaknya kendaraan lain yang tidak memenuhi persyaratan.

“Saat diminta putar balik itulah pengemudi ini tidak terima, protes, dan mulai memprovokasi petugas, padahal kami hanya menjalankan tugas sesuai aturan dan ketentuan,” jelasnya.

Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon Sektor Lubuk Kilangan (Luki) Kota Padang telah membantah tuduhan bertindak represif terhadap seorang laki-laki di pos penyekatan wilayah Lubuk Paraku, pada Jumat (16/7).

“Tidak benar ada tindakan represif dalam kejadian itu, kami menyayangkan video yang viral seolah-olah kami telah melakukan tindakan (represif),” ujarnya.

Video tersebut tidak memperlihatkan kejadian secara utuh sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Kejadian berawal ketika sang pengemudi hendak masuk ke Kota Padang via Pos Penyekatan Lubuak Paraku pada Jumat (16/7) pagi sekitar pukul 02.30 WIB.

Kendaraannya kemudian dihentikan oleh petugas untuk memeriksa dokumen pengemudi sebagaimana syarat untuk bisa masuk Kota Padang dalam masa PPKM darurat. Syarat berupa surat keterangan vaksin atau hasil tes PCR atau antigen yang menyatakan bebas Covid-19.

Namun, ia bersama rekannya tidak bisa menunjukkan persyaratan tersebut sehingga diminta putar balik oleh petugas layaknya kendaraan lain yang tidak memenuhi persyaratan.

“Saat diminta putar balik itulah pengemudi ini tidak terima, protes, dan mulai memprovokasi petugas, padahal kami hanya menjalankan tugas sesuai aturan dan ketentuan,” jelasnya.

Total
0
Shares
Previous Article

PRIA BERCADAR YANG POSITIF COVID-19 BERHASIL KECOH PETUGAS BANDARA HALIM

Next Article

ENVOID, OBAT SEMPROT HIDUNG JENIS BARU YANG BISA MELAWAN VIRUS CORONA

Related Posts