DEMI KURANGI SAMPAH, PEMERINTAH TERAPKAN CUKAI KEMASAN PLASTIK TAHUN DEPAN

Sampah sudah lama menjadi masalah lingkungan di Indonesia yang tak kunjung usai. Salah satu jenis sampah yang kerap memenuhi sudut darat dan lautan adalah sampah plastik, termasuk kemasan dan wadah plastik.

Sampah sudah lama menjadi masalah lingkungan di Indonesia yang tak kunjung usai. Salah satu jenis sampah yang kerap memenuhi sudut darat dan lautan adalah sampah plastik, termasuk kemasan dan wadah plastik.

“Sampah kemasan dan wadah platik berkontribusi 15 persen dari total sampah nasional,” tulis paparan rapat Panja Bangga Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama pemerintah, seperti dikutip dari cnbcindonesia.com (10/9/2021).

Banyaknya sampah plastik tak terlepas dari rendahnya kepedulian masyarakat akan sampah plastik. Sampai sekarang masih banyak masyarakat yang menggunakan dan membuang sampah kemasan dan wadah plastik begitu saja. Padahal, penguraian sampah plastik oleh alam memerlukan waktu yang sangat lama sehingga dapat mencemari lingkungan.

Melihat fenomena tersebut, pemerintah mengambil inisiatif untuk memasang tarif cukai pada wadah dan kemasan plastik. Pemasangan tarif ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah nasional.

Masih dalam rangka mengurangi volume sampah, pemerintah juga akan memasang tarif cukai pada alat makan dan minum sekali pakai. Riset International Coastal Cleanup menunjukkan bahwa sampah alat makan dan minum sekali pakai berkontribusi 17,35 persen dari total sampah laut Indonesia.

“Diharapkan pemungutan cukai mendorong penggunaan produk alternatif yang lebih ramah lingkungan dan reusable,” tulis paparan tersebut.

Satu lagi produk yang akan dikenakan cukai oleh pemerintah adalah Minuman Bergula Dalam Kemasan (MBDK). Contohnya, Coca-Cola, Sprite, dan Fanta.

Paparan dari DPR RI dan pemerintah menjelaskan kalau studi Griffith University menunjukkan tren konsumsi MBDK per kapita semakin meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Prevalensi diabetes melitus di Indonesia juga meningkat 30 persen selama 2013 – 2018. Jadi, kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan penerimaan negara.

Alasan utama pemerintah menerapkan tarif cukai untuk produk-produk di atas adalah untuk meningkatkan kesehatan lingkungan dan masyarakat. Diharapkan dengan adanya pemasangan tarif ini, masyarakat semakin mengurangi penggunaan produk-produk yang tidak reusable serta konsumsi minuman berpemanis yang kurang sehat. Yuk, kita ikut menjaga kesehatan lingkungan dan diri kita!

Total
0
Shares
Previous Article

KEREN, KINI PENGGUNA GMAIL BISA VOICE DAN VIDEO CALL

Next Article

MERAIH IKIGAI - BAHAGIA MENJALANI HIDUP SEHARI-HARI

Related Posts