‘CLOSE THE CARE GAP’ JADI TEMA HARI KANKER SEDUNIA KE-22. APA MAKNANYA?

Sejak tahun 2000, masyarakat selalu memeringati Hari Kanker Sedunia setiap tanggal 4 Februari. Peringatan ini bertujuan untuk mendorong kewaspadaan, upaya pencegahan, perawatan, dan pengobatan segala jenis kanker pada masyarakat.

Sejak tahun 2000, masyarakat selalu memeringati Hari Kanker Sedunia setiap tanggal 4 Februari. Peringatan ini bertujuan untuk mendorong kewaspadaan, upaya pencegahan, perawatan, dan pengobatan segala jenis kanker pada masyarakat.

Pada Hari Kanker Sedunia ke-22 tahun ini, tema yang diangkat adalah “Close the Care Gap” atau “Hentikan Kesenjangan Perawatan”. Sesuai namanya, tema ini mendorong upaya untuk menutup kesenjangan pelayanan perawatan kanker yang masih sering terjadi.

Bagaimana kondisi kesenjangan pelayanan perawatan kanker di Indonesia?

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Maxi Rein Rondonuwu, saat ini fasilitas pelayanan kanker di Indonesia masih sangat sedikit. Khususnya, di daerah terpencil. Akibatnya, antrean penggunaan fasilitas sangat panjang dan banyak pasien yang meninggal dunia akibat terlambat ditangani.

“Di Indonesia timur, layanan radioterapi hanya ada di Surabaya. Ini menyebabkan antrean yang lama bagi pasien, bisa sampai satu sampai dua tahun dan efeknya banyak pasien terlambat ditangani hingga akhirnya meninggal dunia,” kata Maxi, seperti dikutip dari detik.com (4/2/2022).

Kemenkes pun terus berupaya untuk mengatasi masalah kesenjangan pelayanan kesehatan ini secepat mungkin. Maxi mengatakan, pihaknya memiliki target waktu tiga tahun untuk memastikan fasilitas layanan kesehatan dapat dirasakan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Semoga masalah kesenjangan fasilitas layanan perawatan kanker bisa segera teratasi ya. Tak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Selamat Hari Kanker Sedunia!

Total
0
Shares
Previous Article

KLARIFIKASI DIRUT BUMAME SOAL HASIL PCR PELANGGAN YANG KELUAR SEBELUM TES

Next Article

Bandara Soekarno Hatta Tutup Akses Bagi WNA dan WNI dengan Tujuan Wisata

Related Posts
Read More

NGAKU JADI JOKI, PRIA INI SUDAH 16 KALI DISUNTIK VAKSIN COVID-19

Di media sosial, beredar sebuah video dari seorang pria bernama Abdul Rahim yang mengaku sudah 16 kali disuntik vaksin Covid-19. Warga Pinrang, Sulawesi Selatan, tersebut mengatakan bahwa 14 suntikan di antaranya dilakukan untuk menggantikan warga lain yang enggan divaksinasi tetapi ingin mendapatkan sertifikat vaksin. Jadi, Abdul bisa disebut sebagai joki vaksin.