BISNIS KELUARGA AKAN GAGAL DI GENERASI KETIGA. MITOS ATAU FAKTA?

Kata orang, bisnis keluarga yang telah dibangun turun temurun akan gagal di generasi ketiga. Melansir dari @ngomonginuang (3/12/2021), survei dari Harvard Business and School dan The Economist Intelligence menyebutkan bahwa lebih dari 95 persen bisnis keluarga tidak bisa bertahan melewati generasi ketiga.

Kata orang, bisnis keluarga yang telah dibangun turun temurun akan gagal di generasi ketiga. Melansir dari @ngomonginuang (3/12/2021), survei dari Harvard Business and School dan The Economist Intelligence menyebutkan bahwa lebih dari 95 persen bisnis keluarga tidak bisa bertahan melewati generasi ketiga.

Itu artinya, bisnis keluarga hanya dapat bertahan sampai di generasi cucu pendiri saja. Salah satu contoh bisnis yang mengalami “kutukan generasi ketiga” ini adalah Gucci.

Beberapa waktu lalu, Gucci pernah hampir bangkrut dengan modal negatif -17,9 juta dollar AS saat dipimpin generasi ketiga. Masalah ini disebabkan konflik antara sepupu dan eksperimen bisnis yang gagal. Kondisi perusahaan fesyen ini baru bisa pulih setelah cucu sang pendiri dipaksa keluar.

Salah satu faktor yang menyebabkan banyak bisnis mengalami kejatuhan saat dipimpin generasi ketiga adalah motivasi mereka untuk mengembangkan atau menjaga usaha keluarganya tidak sebesar kakek-nenek dan orangtuanya. Sebab, mereka tidak sempat menyaksikan perjuangan kakek-nenek dan orangtuanya dalam membangun bisnis tersebut. Mereka tinggal menikmati dan meneruskan bisnis yang sudah berkembang.

Namun, apakah istilah “kutukan generasi ketiga” itu fakta atau hanyalah mitos belaka?

Ternyata, “kutukan” tersebut tak berlaku untuk semua bisnis. Survei dari bisnis Harvard Business Review terkait kesuksesan setiap generasi dalam memimpin bisnis menunjukkan bahwa generasi pertama hanya berhasil 30 persen. Sementara itu, generasi kedua hanya berhasil 13 persen dari 30 persen. Adapun generasi ketiga hanya sukses 5 persen dari 13 persen.

Jadi, setiap generasi punya potensi kesuksesan dan kegagalan yang lebih kurang setara. Beberapa bisnis pun telah membuktikan kalau mereka bisa bertahan melewati tiga generasi dan terus berkembang besar. Contohnya, Grup Ciputra, Sinarmas Group, Toyota, dan Mitsubishi.

Total
0
Shares
Previous Article

INDONESIA JADI NEGARA KE-102 YANG BERSIH DARI KORUPSI

Next Article

10 PEBASKET DENGAN PENDAPATAN TERTINGGI DI DUNIA

Related Posts