BENTUK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN CARA MENGHENTIKANNYA

Komnas perempuan mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19. Pada 2021 saja, telah terjadi 2.500 kasus kekerasan terhadap perempuan dari periode Januari – Juli.

Komnas perempuan mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19. Pada 2021 saja, telah terjadi 2.500 kasus kekerasan terhadap perempuan dari periode Januari – Juli.

Melansir dari kumparan.com (7/4/2021), Komisioner Komnas Perempuan, Mariah Ulfah Anshor, menjelaskan ada lima bentuk kekerasan yang sering terhadap perempuan. Pertama, kekerasan fisik yang berhubungan langsung dengan tubuh korban. Contohnya, memukul atau menampar.

Selanjutnya, kekerasan yang masuk ke ranah psikis seperti memaki, menghina, mengejek, dan mem-bully. Ke-tiga, kekerasan sosial yang berbentuk pembatasan ruang gerak. Misalnya, larangan untuk bersosialisasi dan pengucilan dari keluarga.

Berikutnya adalah kekerasan yang cukup sering terjadi pada perempuan, yaitu kekerasan seksual. Kekerasan seksual dapat terjadi di dunia nyata maupun maya. Kekerasan seksual di dunia nyata antara lain pemerkosaan, pelecehan, dan memegang organg intim tanpa izin. Sementara kekerasan di dunia maya bisa berbentuk menyebarkan video intim tanpa izin pemiliknya atau memaksa seseorang mengirimkan foto organ intimnya.

Terakhir, kekerasan ekonomi di mana perempuan dipaksa untuk bekerja tetapi hasilnya tidak dapat ia nikmati. Atau, mereka tidak memperoleh hak finansialnya dari pasangan atau keluarganya.

Dengan mengetahui berbagai bentuk kekerasan yang dapat menimpanya, diharapkan para perempuan dapat lebih menjaga diri dan melawan ancaman kekerasan yang ia hadapi. Secara lebih rinci, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mencegah tindakan kekerasan.

Pahami hubungan yang sehat

Guna bisa terhindar dari hubungan yang kurang sehat dan penuh tindakan kekerasan, perempuan perlu mengetahui hubungan yang sehat itu seperti apa. Hubungan yang sehat merupakan hubungan yang saling menghormati dan menghargai. Jauhi orang-orang yang tidak menghargai diri dan kebutuhanmu.

Hindari lokasi berbahaya

Ketika pergi sendirian, terutama pada malam hari, sebaiknya perempuan menghindari tempat yang sepi atau rawan kejahatan. Lebih baik memutar atau memilih jalur yang lebih jauh tapi lebih aman daripada keselamatanmu terancam.

Bersikap lebih asertif

Sering kali pelaku kekerasan mengincar orang yang pasif karena dianggap lemah atau tidak memiliki masalah atas kekerasan yang dialaminya. Karena itu, perempuan sebaiknya bersikap asertif saat berkomunikasi dengan orang yang memiliki tendensi berbuat kekerasan. Komunikasikan hal-hal yang kamu bisa kamu tolerir dan hal yang kamu anggap mengganggu.

Tindakan pencegahan kekerasan ini perlu mendapat dukungan dari segala pihak, bukan hanya sang perempuan itu sendiri. Masyarakat, badan hukum, pemerintah, serta media perlu bersatu padu berhenti “menormalkan” kekerasan dan mengentikannya. Perempuan berhak hidup aman dan tenang. Setuju?

Total
0
Shares
Previous Article

SEBANYAK 1,56 JUTA DOSIS PFIZER TIBA DI INDONESIA HARI INI

Next Article

SIMAK PERJALANAN KARIER ROSSA, DARI PENYANYI CILIK DI SUMEDANG HINGGA BERSANDING DENGAN MUSISI MANCANEGARA

Related Posts