Balenciaga dan Sederet Selebritas Cabut dari Twitter Usai Diakuisisi Elon Musk

Sejak Twitter diakuisisi oleh Elon Musk beberapa pekan lalu, sejumlah selebritas luar negeri memutuskan untuk berhenti menggunakan Twitter. Beberapa selebritas yang telah menonaktifkan akun mereka di Twitter antara lain model Gigi Hadid, aktris Whoopi Goldberg, penyanyi Toni Braxton, dan musisi Sara Bareilles.

Selain selebritas, kini merek fesyen mewah juga mulai meninggalkan Twitter. Balenciaga menjadi brand pertama yang menghapus akun Twitternya.

Mereka memilih untuk ‘cabut’ karena merasa tidak setuju dengan beberapa kebijakan baru dari Musk. Mereka merasa Twitter menjadi tempat penyebaran ujaran kebencian dan informasi yang salah.

Gigi Hadid berkata, “Terutama dengan kepemimpinan barunya, Twitter menjadi limbah kebencian dan kefanatikan yang lebih parah lagi, dan aku tidak ingin menjadi bagian dari tempat seperti itu.”

“Aku terkejut atas beberapa “kebebasan berpendapat” yang telah aku lihat di platform ini sejak akuisisi terjadi. Ujaran kebencian di bawah selubung “kebebasan berpendapat” tidak bisa diterima; karena itu, aku memilih untuk keluar dari Twitter karena ini bukan lagi tempat yang aman untukku, anak-anakku, dan POC lainnya.” Tulis Toni Braxton.

Kalau menurut lo sendiri gimana, My Muse? Menurut Mimin sih, media sosial memang seharusnya menjadi platform yang nyaman dan netral untuk semua pengguna bisa menyampaikan pendapat mereka. Kalau memang sudah tidak lagi menemukan kenyamanan di suatu platform, tak ada salahnya untuk pindah ke platform lain.

Photo source: Doc. Muse Media ID

Total
0
Shares
Previous Article

Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol Sebesar Rp 2,1 M

Next Article

Gudfest Ditunda, Honne Tetap ke Jakarta dan Menyanyi di Depan Fansnya

Related Posts
Read More

PEMILIK PESANTREN PERKOSA 12 SANTRIWATI DI BAWAH UMUR

Seorang guru sekaligus pemilik pesantren di Cibiru, Bandung, bernama Herry Wirawan, terancam hukuman 20 tahun penjara karena telah memerkosa 12 santriwatinya. Dia didakwa Pasal 81 ayat (1), ayat (3) juncto Pasal 76D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 65 KUHP. Pasal ini mengatur tentang kekerasan seksual pada anak.