Badai Salju Menerjang Amerika Serikat

Badai salju dan cuaca ekstrem melanda beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Terparah, suhu di Montana mencapai minus 45 derajat Celcius.

Melansir dari bbc.com (23/12/2022), setidaknya 38 orang meninggal dunia akibat angin beku yang berasal dari Kutub Utara. Banyak pula warga yang terluka dalam kecelakaan lalu lintas. Selain itu, badai salju juga menyebabkan listrik di lebih dari 1,7 rumah dan tempat kerja padam.

Tak hanya itu, banyak penerbangan yang ditunda bahkan dibatalkan menjelang liburan natal dan tahun baru akibat kondisi tersebut. Berdasarkan data dari situs pelacak penerbangan FlightAware, lebih dari 8 ribu penerbangan dibatalkan dan lebih dari 25 ribu penerbangan ditunda.

Cuaca dingin ekstrem tersebut menjadi salah satu yang terparah dalam 40 terakhir di Amerika Serikat. Temperatur yang tajam bisa menyebabkan radang dingin pada kulit hanya dalam waktu lima sampai sepuluh menit saja. Radang dingin dapat menyebabkan pembekuan dan pecahnya jaringan, hingga amputasi.

Badan pelaporan cuaca nasional dan lokal pun masih mengeluarkan peringatan cuaca dingin dan bersalju parah terhadap lebih dari 250 juta orang. Peringatan ini dikeluarkan ke berbagai wilayah, termasuk perbatasan AS – Meksiko dan Florida, dan negara bagian Sunshine.

Photo Source from DW

Total
0
Shares
Previous Article

RSDC Wisma Atlet Akan Berhenti Beroperasi per 31 Desember 2022

Next Article

Pernah Lihat Stiker "Happy Family" di Mobil? Kriminolog Imbau Bahayanya

Related Posts