77 TAHUN JADI MISTERI, AKHIRNYA SOSOK PELAPOR TEMPAT PERSEMBUNYIAN KELUARGA ANNE FRANK MULAI TERUNGKAP

Para ahli yang terdiri dari sejarawan dan mantan anggota FBI telah mengidentifikasi ‘pengkhianat’ yang diduga melaporkan keberadaan keluarga Anne Frank ke pihak Nazi. Identitas misterius sang pelapor baru terungkap 77 tahun sejak kematian Anne berlalu, setelah para ahli melakukan penelitian selama lebih kurang enam tahun.

Para ahli yang terdiri dari sejarawan dan mantan anggota FBI telah mengidentifikasi ‘pengkhianat’ yang diduga melaporkan keberadaan keluarga Anne Frank ke pihak Nazi. Identitas misterius sang pelapor baru terungkap 77 tahun sejak kematian Anne berlalu, setelah para ahli melakukan penelitian selama lebih kurang enam tahun.

Para ahli menduga kuat sosok itu adalah Van den Bergh, seorang notaris Yahudi. Ahli menduga, den Bergh membuat laporan itu demi menyelamatkan keluarganya dari deportasi dan pembunuhan di kamp konsentrasi.  

Nama den Bergh sendiri muncul setelah para ahli melihat catatan yang diterima ayah Anne dari seorang anonim setelah perang selesai. Catatan ini menyebutkan bahwa Van den Bergh yang membocorkan lokasi persembunyian keluarga Frank.

“Kami menginvestigasi lebih dari 30 suspek di 20 skenario berbeda. Ada satu skenario yang, menurut kami paling mungkin di antara semua skenario. Namun, kami tidak yakin 100 persen,” ucap Thijs Bayens, pembuat film yang memiliki ide untuk menggarap kembali kasus Anne, seperti dikutip dari kompas.id (20/1/2022).

Anne Frank adalah seorang keturunan Yahudi asal Jerman-Belanda. Sama seperti keluarga Yahudi lainnya di masa Perang Dunia II, Frank bersama keluarganya juga bersembunyi dari kejaran Nazi. Mereka pindah dari Jerman ke Amsterdam, Belanda.  

Mereka bersembunyi di belakang rak buku tempat ayah Anne bekerja selama lebih kurang dua tahun. Selama bersembunyi, Anne rutin menuliskan kehidupan kesehariannya di buku hariannya. Catatan di buku harian ini terhenti pada 1 Agustus 1944.

Pada 4 Agustus 1944, keluarga Frank ditangkap oleh polisi Jerman tak berseragam. Anne meninggal dunia karena sakit tipus di Kamp Konsentrasi Bergen-Belsen pada 1945 dalam usia 15 tahun. Hanya ayah Anne yang selamat dari kamp tersebut.

Walaupun identitas pelapor sudah didentifikasi, Direktur Eksekutif Anne Frank House mengatakan bahwa masih banyak misteri dari kisah keluarga ini yang berum terungkap. Misalnya, siapa yang memberikan catatan itu ke ayah Anne.

Namun, yang pasti kisah dan semangat hidup Anne akan terus hidup melalui buku diarinya yang sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan museumnya.

Total
0
Shares
Previous Article

STOK MINYAK GORENG DI SEJUMLAH TOKO KOSONG SETELAH PEMERINTAH BERIKAN SUBSIDI

Next Article

LORD RANGGA SUNDA EMPIRE GAGAL LABRAK ARTERIA SETELAH DISURUH PULANG PETUGAS DPR

Related Posts
Read More

PEMILIK PESANTREN PERKOSA 12 SANTRIWATI DI BAWAH UMUR

Seorang guru sekaligus pemilik pesantren di Cibiru, Bandung, bernama Herry Wirawan, terancam hukuman 20 tahun penjara karena telah memerkosa 12 santriwatinya. Dia didakwa Pasal 81 ayat (1), ayat (3) juncto Pasal 76D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 65 KUHP. Pasal ini mengatur tentang kekerasan seksual pada anak.