150 DEMONSTRAN YANG DITANGKAP SAAT IKUT AKSI TOLAK PPKM DI BANDUNG 3 DIANTARANYA REAKTIF COVID-19

Dari 150 demonstran yang ditangkap polisi karena melakukan tindakan anarkistis dan merusak fasilitas umum saat demonstrasi menolak PPKM di Kota Bandung, terdapat 3 orang reaktif Covid-19.

Dari 150 demonstran yang ditangkap polisi karena melakukan tindakan anarkistis dan merusak fasilitas umum saat demonstrasi menolak PPKM di Kota Bandung, terdapat 3 orang reaktif Covid-19. Hal itu diketahui setelah mereka menjalani tes swab rapid antigen.

Kemungkinan jumlah orang yang reaktif covid-19 akan bertambah karena pemeriksaan swab rapid antigen terhadap 147 demonstran masih berlangsung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung. Pemeriksaan dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polrestabes Bandung.

“Dari 150 orang itu ada yang reaktif setelah kami lakukan swab antigen. Pemeriksaan masih berjalan. Hasil sementara, tiga orang reaktif,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Gedung Sate Bandung, Rabu (21/7/2021).

Kombes Pol Ulung mengatakan mereka rawan terjadi penularan. Selain berkerumun, sebagian besar para demonstran itu tak mematuhi protokol kesehatan (prokes). Mereka tidak mengenakan masker.

“Kerawanan (penularan Covid-19) dalam kerumunan itu sangat tinggi sekali. (Orang yang membawa virus Corona) berpotensi menyebarkan Covid. Apalagi mereka sebagian besar tidak memakai masker,” ujar Kombes Pol Ulung.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 150 pengunjuk rasa ditangkap polisi lantaran melakukan tindakan anarkistis dan vandalisme saat demonstrasi di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021). Ditemukan juga barang bukti lima bom molotov.

Dari data yang didapatkan polisi, ke-150 orang itu terdiri atas, 6 pelajar SMP, 36 SMA, 9 mahasiswa, dan 34 pengangguran. Selain membawa bom molotov, melakukan tindakan anarkistis, mereka merusak fasilitas umum saat unjuk rasa berujung ricuh.

“Sedangkan 64 orang lainnya masih dalam proses pendataan,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Menurut penjelasan Kombes Pol Ulung, kericuhan bermula ketika saat massa driver ojek online (ojol), pedagang, dan mahasiswa menggelar unjuk rasa di Balaikota Bandung untuk menolak perpanjangan PPKM. Setelah aksi berlangsung, massa ojek online dan pedagang memisahkan diri karena khawatir menganggu ketertiban umum.

Sedangkan massa mahasiswa tetap melanjutkan aksi unjuk rasa. Massa mahasiswa diduga ditunggangi oleh kelompok tertentu dengan ciri khas pakaian hitam yang berniat rusuh.

sumber : inews

Total
0
Shares
Previous Article

EFEK VAKSINASI BIKIN ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 DI JAKARTA MENURUN

Next Article

KAUM ANTI COVID DITANTANG UNTUK MAGANG DI IGD DAN RUANG JENAZAH RSUD KABUPATEN KUKAR

Related Posts