1 Miliar Anak Muda Terancam Tuli Akibat Penggunaan Earphone Berlebihan

Dewasa ini, mendengarkan musik melalui earphone atau headset menjadi kebiasaan untuk anak muda di seluruh dunia. Menurut mereka, mendengarkan musik apalagi saat menaiki transportasi umum atau membaca buku sangatlah menyenangkan.

Sayangnya, kebiasaan menyenangkan tersebut harus dipatahkan oleh sebuah studi yang dipublikasikan pada BMJ Global Health. Di mana, sejumlah satu miliar orang lebih berisiko alami gangguan pendengaran dari earphone atau tempat hiburan yang bising. Dijelaskan, dari satu miliar itu rata-rata berusia 12 sampai 34 tahun.

Ancaman gangguan pendengaran tersebut diakibatkan pada seberapa keras, durasi, dan frekuensi paparan kebisingan yang dihasilkan setiap harinya. Dalam studi tersebut, direkomendasikan untuk mendengar dalam volume 85 desibel dengan jangka waktu 40 jam per minggu.

Akan tetapi, banyak orang yang kerap memilih untuk mendengar dalam volume hingga 105 desibel melalui perangkat pendengaran mereka. Sementara, bagi mereka yang sering berkunjung ke tempat hiburan rata-rata volume di sana mencapai 104 hingga 112 desibel.

Adapun, gangguan pendengaran ini dapat menyebabkan kondisi psikososial yang buruk, kondisi kesehatan penyakit bawaan (komorbid) yang serius, pendapatan lebih rendah, dan berkurangnya konsentrasi.

Lebih lanjut, lo bisa mengurangi dan memonitor volume juga durasi, serta memperhatikan tanda-tanda munculnya gangguan pendengaran untuk meminimalisir ancaman gangguan pendengaran ini.

Source Photo from IMG Flip

Total
0
Shares
Previous Article

Siap-siap! Hoobastank dan Simple Plan Akan Manggung Bareng di Jakarta pada Maret 2023

Next Article

Merasa Tak Diperhatikan, Anak di Magelang Tega Habisi Nyawa Keluarganya dengan Racun

Related Posts